Jumat, 19 Jun 2026 06:18 WIB

Kemenag Kabupaten Blitar Soroti Penganiayan Siswa MTs hingga Tewas

Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Blitar, Baharudin. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Blitar, Baharudin. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kemenag Kabupaten Blitar menyayangkan adanya kasus penganiayaan di MTs Blitar, yang menyebabkan korban berinisal AJH (14) meninggal dunia.

Mereka mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan untuk selalu mengawasi aktivitas pelajar di sekolah. Sekolah juga diminta untuk lebih memperhatikan pendidikan karakter dan menekankan profil pelajar Pancasila.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Blitar, Baharudin mengatakan pihaknya telah melakukan kondirmasi ke pihak sekolah terkait kejadian ini. Pelaku dan korban diketahui berbeda kelas. Kejadian berlangsung saat peralihan jam pelajaran. Pelaku memasuki ruang kelas korban dan langsung menuju bangkunya. Pelaku lalu memukul korban sebanyak tiga kali.

"Kebetulan mengenai titik vital sehingga korban tidak sadarkan diri," ujarnya, Sabtu (26/8/2023).

Sehari sebelum kejadian, pelaku sempat ditegur oleh korban karena masuk ke kelasnya saat jam istirahat. Diduga hal ini yang membuat pelaku tersinggung dan menganiaya korban keesokan harinya. Teman kelas korban sebenarnya sudah berusaha melerainya. Namun mereka tidak dapat menghentikan pelaku memukul korban.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Kejadian terjadi saat pergantian jam, jadi gurunya belum masuk ke dalam kelas," tuturnya.

Kasus tersebut kini ditangani oleh Polres Blitar Kota. Pelaku telah diamankan untuk proses lebih lanjut. Meskipun begitu Baharudin menegaskan pihaknya tetap memperhatikan aspek masa depan anak. Terlebih pelaku juga masih berusia dibawah umur.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

"Kejadian apapun merupakan bagian dari aspek pembinaan, tugas kami melakukan mitigasi terkait pemenuhan hak anak untuk masa depannya terjaga," pungkasnya.

Sebelumnya seorang siswa MTs Blitar dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tak sadarkan diri pada Jumat (26/08/2023). Dari hasil pemeriksaan korban ternyata sudah meninggal dunia karena dianiaya oleh teman sekolahnya. Tim medis menemukan luka memar di bagian belakang leher korban. Jenazah lalu dibawa ke RSUD Srengat untuk menjalani proses autopsi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.