Selasa, 16 Jun 2026 20:39 WIB

4 Pasar Tradisional di Tulungagung Kian Merana Ditinggal Konsumen

Salah satu kondisi pasar tradisional di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Salah satu kondisi pasar tradisional di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tulungagung mati suri lantaran ditinggal oleh konsumennya. Aktivitas jual beli di pasar tersebut mulai terpantau sepi. Beberapa diantaranya bahkan sudah tidak aktif lagi.

Maraknya pasar modern serta rendahnya minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional tersebut menjadi penyebabnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala UPT Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Zaenul Mansyur mengatakan, di Tulungagung total terdapat 31 pasar tradisional. Meliputi, pasar kebutuhan pokok, pasar hewan dan pasar tematik.

"Termasuk pasar templek juga masuk dalam 31 pasar tradisional di Tulungagung," ujarnya, Sabtu (26/08/2023).

Saat ini terdapat empat pasar tradisional di Tulungagung yang mengalami mati suri. Diantaranya, Pasar Sukoanyar Kecamatan Pakel, Pasar Mulyosari Kecamatan Pagerwojo, Pasar Srikaton Kecamatan Ngantru, dan Pasar Domasan Kecamatan Kalidawir.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Keempat pasar ini tidak tutup, tapi jarang ada transaksi jual beli. Jumlah pedagang juga sedikit karena banyak yang pindah," jelasnya.

Mati surinya beberapa pasar tradisional di Tulungagung disebabkan banyaknya pasar modern. Selain itu, banyak warga yang lebih memilih belanja di pedagang keliling.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pihak dinas sebenarnya sudah berupaya mengaktifkan pasar tradisional ini dengan cara menggandeng komunitas. Namun kegiatan tersebut hanya bersifat insidentil saja.

"Sebenarnya kami juga sudah berupaya untuk meningkatkan geliat ekonomi di pasar dengan menggandeng komunitas, tapi sayangnya itu hanya kegiatan insindentil semata," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.