Kamis, 18 Jun 2026 09:11 WIB

Sawah Belum Panen dan Gabah Mahal, Berdampak Harga Beras di Tulungagung Naik

Pedagang beras di Pasar Grosir Ngemplak Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pedagang beras di Pasar Grosir Ngemplak Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga beras di Pasar Grosir Ngemplak, Tulungagung, melambung tinggi. Ini adalah imbas kenaikan harga gabah di tingkat petani, serta beberapa wilayah juga belum memasuki musim panen.

Koordinator Pasar Grosir Ngemplak Tulungagung, M Hasan Habibi mengatakan, kenaikan harga beras sudah terjadi selama 10 hari terakhir.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kenaikan terjadi pada jenis beras medium dan premium. Rata-rata kenaikan mencapai RP1000 per kilogram. Kenaikan harga ini bukan dikarenakan minimnya stok ketersediaan beras.

"Kalau permintaannya juga masih stabil, tidak ada kenaikan," ujarnya, Sabtu (26/8/2023).

Habibi mengungkapkan salah satu penyebab naiknya harga beras adalah kondisi petani yang saat ini tidak musim panen. Pihaknya memperkirakan harga beras akan kembali turun jika kembali memasuki musim panen. Kenaikan harga beras ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Selama saya di Pasar Ngemplak Tulungagung, kenaikan tertinggi baru kali ini. Sebelumnya setiap tahun memang ada kenaikan tapi tidak setinggi ini," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu produsen beras, Khoirun menambahkan bahwa adanya kenaikan harga beras membuat banyak warga kesulitan. Mengingat beras merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Menurutnya yang menjadi kendala saat ini adalah naiknya harga gabah di tingkat petani. Sebelumnya harga gabah berkisar Rp540 ribu per kuintal kini naik menjadi Rp690 ribu per kuintal. Produsen sendiri juga mengaku kesulitan karena biaya operasi yang dikeluarkan dengan harga beras yang naik tidak sebanding.

"Bahkan dari Bulog sendiri juga belum melakukan operasi pasar. Padahal, harga juga sudah naik," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.