Kamis, 18 Jun 2026 08:16 WIB

Parkir Berlangganan di Tulungagung Akan Dihapus, Potensi Kehilangan PAD Rp6 Miliar

Ilustrasi. Salah satu lokasi parkir di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Ilustrasi. Salah satu lokasi parkir di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Parkir berlangganan di Tulungagung akan dihapus tahun depan. Hal ini karena masih ada tarikan tarif parkir, meski masyarakat sudah membayar parkir berlangganan setiap tahun.

Penghapusan pajak parkir berlangganan akan berdampak pada capaian pendapatan asli daerah (PAD). Selama ini PAD parkir berlangganan di Tulungagung mencapai Rp7,5 miliar tiap tahun.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dengan penghapusan parkir berlangganan mereka akan kehilangan potensi PAD hingga Rp6 miliar per tahun.

"Dengan sistem yang baru ini jika dioptimalkan PAD sektor parkir diperkirakan hanya Rp1,5 miliar," kata Kasi Pengembangan Prasarana dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Vinyas Nugrahaningrum, Kamis (24/08/2023).

Vinyas mengakui, penarikan tarif parkir ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Sebab itu, Dinas Perhubungan menanggapi keluhan tersebut dengan memutuskan menghapus program parkir berlangganan.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Hal itu, juga sudah disepakati oleh DPRD dan Pemkab. Mereka sudah menyampaikan rencana penghapusan parkir berlangganan ke DPRD.

"Nanti pajak parkir berlangganan akan diganti dengan Raperda Retribusi dan Pajak Daerah," ujarnya.

Dengan adanya raperda tersebut, masyarakat sudah tidak dibebani dengan pajak parkir berlangganan yang dibayarkan setiap tahun melalui pajak kendaraan bermotor (PKB).

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Mulai tahun depan petugas parkir akan diberi karcis. Dimana karcis tersebut diberikan kepada pengendara yang menggunakan jasa parkir.

"Dengan aturan baru, kami akan mulai petakan kawasan mana yang ramai mendapatkan kunjungan dari masyarakat. Di sanalah akan diberlakukan tarif parkir. Kalau untuk besaranya masih dalam pembahasan," terangnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.