Kamis, 18 Jun 2026 12:32 WIB

Di Hadapan Mahasiswa Unesa, Sadad: Anak Muda Harus Ambil Peran Kembali, Tawarkan Konsep Bernegara

jatimnow.com - Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad meminta mahasiswa untuk kembali ambil bagian dalam menawarkan konsep bernegara.

Hal itu, ia ungkapkan saat diundang untuk memberi motivasi kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (22/8/2023).

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

"Masa sekarang anak-anak muda harus mengambil perannya kembali, bahwa anda yang menawarkan konsep bernegara, dan misi kemerdekaan, karena tanpa anak muda mungkin Indonesia belum merdeka," ucap Sadad.

Mantan aktivis UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu bercerita, misi kemerdekaan dan proses membangun negara kala itu sedikit banyak berkat sentuhan semangat dan kenekatan dari para anak muda.

Susah payah anak muda kala itu tergambar jelas. Menurut Sadad, tak mudah untuk mencetuskan ide kemerdekaan. Selain harus beradaban dengan penjajah, memerdekakan negara kala itu juga harus berhadapan dengan bangsa sendiri.

Bangsa yang ia maksud adalah beberapa orang yang dipercaya penjajah untuk mengisi posisi penting kala itu. Mulai dari pejabat karesidenan, hingga manajer di tempat tertentu.

"Ketika ide Kemerdekaan itu didengungkan dan didengar oleh tokoh anak muda saat itu, tidak semua merasa happy saat kita merdeka, kenapa? Karena mereka sudah diberikan posisi penting oleh para penjajah," kata Sadad.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Bahkan, semangat dan kenekatan anak muda itu sampai pada peristiwa penculikan, kepada Ir Soekarno dan Moh Hatta. Penculikan yang dilakukan dengan tujuan mendesak mereka segera merumuskan dan mendeklarasikan merdeka.

"Ini kalau orang-orang tua ini nggak kita culik, nggak segera merdeka kita ini, kata mereka kala itu," ucap Sadad, disambut gemuruh tawa mahasiswa.

Dari peristiwa itu, Sadad menilik garis besar kepada mahasiswa. Sederet aksi yang dilakukan pemuda kala itu tentu juga dibarengi dengan ide dan konspe bernegara yang matang. Sehingga, semangat merdeka itu menjadi logis untuk diterima seluruh lapisan masyarakat.

"Seorang aktivis dan seorang intelektual, tokoh-tokoh itu semua adalah kaum intelektual, bagaimana membangun bangsa ini, bentuknya seperti apa, konsepnya seperti apa, mau kerajaan, republik, atau gabungan antara kerajaan dan republik, negara berdasarkan agama atau nasionalisme, atau demokrasi, mereka berdebat," beber Ketua DPD Gerindra Jatim itu.

Baca Juga: KADIN Jatim Soroti Ketimpangan Pajak UMKM dan Korporasi

Ia juga memastikan, seluruh pejuang kemerdekaan di Indonesia adalah orang yang memiliki intelektual

"Funding Father itu seluruhnya adalah orang terdidik. Maka mereka pun menyerahkan bangsa Indonesia ini kepada mahasiswa, karena mahasiswa lah orang yang terdidik," tandasnya.

"Empat tahun ke depan di Universitas ini jangan hanya diisi dengan Tiktok-an aja, jangan cuma diisi dengan pacaran saja, begitu patah hati, tugas ndak selesai," ia pungkasi dengan tertawa.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.