Rabu, 22 Jul 2026 00:45 WIB

KADIN Jatim Soroti Ketimpangan Pajak UMKM dan Korporasi

Wakil Ketua Umum KADIN Jatim Bidang Kesehatan, dr. Gilang Satrya Pratama. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Wakil Ketua Umum KADIN Jatim Bidang Kesehatan, dr. Gilang Satrya Pratama. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur menyoroti ketimpangan akses fasilitas fiskal antara pelaku UMKM dan perusahaan besar. Isu tersebut mengemuka dalam diskusi panel “BISIK-BIPALA: Antara Pasar dan Pasal: Market Balance in the Gen Z Era” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sabtu (16/5/2026).

Wakil Ketua Umum KADIN Jatim Bidang Kesehatan, dr. Gilang Satrya Pratama, MBA, CIB, menyebut perbedaan syarat penerima insentif pajak antara UMKM dan korporasi besar masih terlalu jauh.

Baca Juga: Prodi Ilmu Politik UNESA Libatkan DPRD, KPU, hingga Media untuk Perkuat Kurikulum

Menurutnya, UMKM dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun hanya memperoleh fasilitas PPh Final 0,5 persen selama tujuh tahun. Sementara perusahaan dengan investasi di atas Rp100 miliar bisa menikmati tax holiday hingga 20 tahun.

“Selisih threshold-nya mencapai 20 ribu kali lipat. Untuk mendapatkan fasilitas yang sama dengan korporasi besar, UMKM harus berkembang menjadi 20 ribu unit terlebih dahulu. Persoalannya bukan sekadar angka, tetapi struktur kebijakan,” kata Gilang di hadapan ratusan mahasiswa FEB UNESA.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah panelis, antara lain Ketua Komite IV DPD RI H. Ahmad Nawardi, Plt Kepala Kanwil IV KPPU Romi Pradhana Aryo, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT PAL Indonesia Abdul Aris Wacana, serta dr. Gilang Satrya Pratama. Acara dipandu dosen Ilmu Politik UNESA, Ken Bimo Sultoni.

Dalam forum itu, Gilang juga menyinggung capaian ekonomi Jawa Timur yang tumbuh 5,96 persen pada kuartal I 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.

Ia menilai pertumbuhan tersebut menjadi bukti fondasi ekonomi yang telah dibangun kepemimpinan Ketua Umum KADIN Jatim Adik Dwi Putranto.

Baca Juga: Unesa Jaring Bibit Atlet Futsal di Surabaya, Usung Tema Fight For Pride

“Momentum pertumbuhan ekonomi harus dirasakan seluruh skala usaha, bukan hanya kelompok tertentu,” ujarnya.

Selain isu fiskal, Gilang mengajak mahasiswa memahami peran generasi muda dalam menopang penerimaan negara. Ia mencontohkan transaksi digital sehari-hari yang secara langsung berkontribusi terhadap penerimaan pajak.

“Setiap checkout di Shopee, pesan GoFood, atau berlangganan Spotify dan Netflix, ada PPN 12 persen yang dibayarkan. Tanpa sadar, mahasiswa sudah ikut menopang APBN,” katanya.

Di akhir pemaparannya, KADIN Jatim menyampaikan empat rekomendasi kebijakan yang didorong kepada pemerintah. Pertama, pembentukan portal insentif fiskal terpadu nasional.

Baca Juga: KUA-PPAS 2027, Pemkab Lamongan Kejar Target Peningkatan Indeks Multi-Sektor

Kedua, skema transisi pajak bertahap bagi UMKM setelah masa insentif berakhir. Ketiga, percepatan integrasi sistem Coretax dengan OSS dan Bea Cukai. Keempat, redesain kebijakan TKDN yang lebih menitikberatkan pada nilai tambah produksi.

Gilang mengatakan rekomendasi tersebut merupakan sikap resmi organisasi dalam mendorong reformasi fiskal yang lebih merata dan berpihak pada seluruh pelaku usaha.

“KADIN Jatim ingin menjadi jembatan antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda agar reformasi ekonomi berjalan lebih adil,” ujarnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.