Selasa, 16 Jun 2026 23:24 WIB

Cuaca Bersahabat, Petani Tembakau Lamongan Ucap Syukur Hasil dan Harga Meroket

Senyum petani tembakau di Lamongan saat mengontrol tanaman yang masuk masa panen dalam beberapa hari kedepan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Senyum petani tembakau di Lamongan saat mengontrol tanaman yang masuk masa panen dalam beberapa hari kedepan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Musim kemarau tahun ini menjadi berkah bagi petani tembakau di Lamongan. Kemarau kering yang terjadi membuat tembakau tumbuh dengan optimal dan memiliki kualitas yang bagus.

Tak ayal, musim panen tahun ini disambut dengan suka cita oleh ratusan petani tembakau di kota soto. Sebab, tidak hanya secara kualitas dari sisi harga serta hasil panen juga diketahui meningkat.

Baca Juga: Optimis Menanam, Petani Bondowoso Minta Perlindungan Regulasi Tembakau

Petani tembakau di Desa Sumberagung, Kecamatan Modo, Lamongan, Sumitro mengaku senang lantaran musim penan tahun ini berhasil.

"Musim panen Agustus ini terjadi kenaikan cukup signifikan, syukur. Hal ini juga jauh dibandingkan dengan tahun lalu," ungkap Sumitro, Selasa (22/8/2023).

Baca Juga: Petani Tembakau Terhimpit, Gus Lilur Dorong Industri dari Bawah

Sumitro menjelaskan dalam sekali panen tanaman tembakau dengan luas lahan sekitar 1 herkar mampu menghasilkan Rp 40 juta lebih dibanding tanaman palawija.

"Untuk harga jualnya, di kelas tengkulak tembakau yang sudah dirajang perkilonya menyentuh hadga Rp 45 Ribu - Rp 46 Ribu. Jauh sama tahun lalu dimana harga tertingginya hanya Rp 89 Ribu saja," bebernya.

Baca Juga: Barong Grup Siap Ubah Nasib Petani Tembakau Lewat Ekspor

Melonjak harga harga tembakau ini tak lain disebabkan pengaruh cuaca, dimana kemarau kering terjadi ataubselama musim kemarau tidak terjadi hujan. Hal tersebut membuat tembakau dapat tumbuh secara baik dan optimal tanpa gangguan hujan.

"Dengan begitu kualitas yang didapat akan bagus, serapan dari industri pabrik juga lancar dan terpenuhi karena sesuai dengan kwalitas yang diharapkan," urainya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.