Sabtu, 13 Jun 2026 06:03 WIB

Prasasti Lawadan Dipindah Sementara ke Museum Tulungagung

Survei yang dilakukan tim BPK Jatim di lokasi Prasasti Lawadan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Survei yang dilakukan tim BPK Jatim di lokasi Prasasti Lawadan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harapan Pemkab Tulungagung untuk memindahkan Prasasti Lawadan dari dalam Pabrik Marmer IMIT bakal segera terwujud. Pihak pengelola pabrik telah mengizinkan Pemkab untuk memindahkan prasasti yang menjadi rujukan hari jadi Tulungagung ini.

Tim Balai Pelesatrian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Timur mengirim tim untuk melakukan survei kondisi prasasti ini. Proses pemindahan akan dilakukan dengan sangat hati-hati, karena ditemukan sejumlah retakan di prasasti tersebut.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Pamong Budaya Bidang Kepurbakalaan dan Museum Disbudpar Tulungagung, Winarto mengatakan diperlukan waktu 2 tahun untuk melakukan komunikasi dengan pengelola pabrik marmer terkait pemindahan prasasti ini.

Hingga akhirnya pada awal Agustus ini, mereka mempersilakan rencana tersebut. Sejak tahun 70-an, prasasti yang berasal dari Desa Wateskroyo, Kecamatan Besuki ini disimpan di dalam pabrik.

"Kita langsung bersurat ke BPK Wilayah Jawa Timur terkait rencana pemindahan prasasti lawadan ini," ujarnya, Selasa (22/8/2023).

Rencananya pemindahan prasasti ini akan dilakukan pada 25 Agustus mendatang. Namun pihak pabrik meminta diundur karena ada rencana kegiatan lain. Prasasti lawadan ini untuk sementara akan dipindahkan ke Museum Tulungagung. Nantinya jika Pemkab memiliki rencana lokasi lain, pihak Disbudpar akan mengikutinya.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

"Rencana 25 Agustus akan kita pindah tapi terpaksa diundur, sementara akan diletakkan di museum terlebih dahulu," tuturnya.

Anggota tim BPK wilayah Jawa Timur, Mochamad Ikhwan mengatakan pemindahan prasasti lawadan ini merupakan keinginan dari pihak Pemkab Tulungagung. Mereka melakukan survei untuk menentukan metode pemindahan yang aman dan tepat untuk prasasti ini. Hal ini perlu dilakukan mengingat adanya sejumlah retakan pada batu prasasti tersebut.

"Proses pemindahann akan dilakukan dengan sangat hati-hati," tuturnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Sementara itu, perwakilan pabrik marmer IMIT, Widayaka mengaku sangat mendukung langkah Pemkab untuk memindahkan prasasti lawadan. Selama puluhan tahun prasasti telah dirawat dan disimpan oleh pengelola marmer. Mereka tidak meminta kompensasi apapun dari Pemkab terkait pemindahan prasasti ini.

"Kami berharap nantinya pemindahan prasasti akan memudahkan proses riset untuk keperluan Tulungagung," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.