Meluas! 8 Desa pada 5 Kecamatan di Lamongan Alami Krisis Air Bersih
- Penulis : Adyad Ammy Iffansah
- | Senin, 21 Agu 2023 13:27 WIB
jatimnow.com - Musim kemarau membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan mengalami kekeringan hingga berdampak pada ketersediaan air bersih.
Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, sebanyak 158 dusun dari 69 desa pada 13 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan.
Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian
Menanggapi dampak yang ditimbulkan, BPBD pun rutin melakukan droping air bersih pada desa yang telah mengalami krisis air.
Sejauh ini, BPBD Lamongan telah melakukan droping air bersih kepada 15 dusun pada 10 desa di 5 kecamatan dalam rentang waktu 3 bulan terakhir.
"Wilayah kekeringannya banyak, tapi yang dilaporkan mengalami krisis air bersih dan kita lakukan droping di 8 desa 5 kecamatan," ungkap Kepala BPBD Lamongan, Joko, Senin (21/8/2023).
Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa
Disampaikan Joko, wilayah terjadi krisis tersebut di antaranya Desa Sumberagung dan Nguwok di Kecamatan Modo, lalu Desa Kaliwates dan Katemas di Kecamatan Kembangbahu, kemudian Desa Bedingin dan Sekarbagus di Kecamatan Sugio, serta Desa Soko di Kecamatan Tikung, dan Desa Kedungkumpul di Kecamatan Sarirejo.
"Droping mulai masif kita lakukan saat masuk bulan Agustus ini sampai sekarang," katanya.
Menyikapi fenomena kemarau dan dampaknya, BPBD juga melakukan berbagai upaya penanggulangan seperti menugaskan relawan ataupun berkoordinasi dengan camat di 24 kecamatan di Lamongan.
Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya
"Droping dilakukan setelah ada laporan biasanya camat, kemudian juga relawan yang turun di lapangan," urainya.
Sebelumnya, krisis air bersih melanda 7 desa di 5 kecamatan. Dari data tersebut permintaan droping air bersih diprediksi akan terus terjadi.
Editor : Endang PergiwatiURL : https://jatimnow.id/baca-60943-meluas-8-desa-pada-5-kecamatan-di-lamongan-alami-krisis-air-bersih