Selasa, 16 Jun 2026 14:42 WIB

Warga Diimbau Mengungsi Pasca Ketukan Misterius Semakin Keras di Sumenep

Warga di  sekitar sumber suara ketukan misterius merasa resah. (Foto: Fathor Rahmat.jatimnow.com)
Warga di sekitar sumber suara ketukan misterius merasa resah. (Foto: Fathor Rahmat.jatimnow.com)

jatimnow.com - Semakin kerasnya ketukan misterius dari dalam tanah membuat warga Desa Moncek, Kecamatan Lenteng, Sumenep masih was-was. Sebanyak lima keluarga dihimbau mengungsi di rumah tetangga, Sabtu (12/08/2023).

Lima rumah yang terdengar sumber suara misterius masih dalam pengawasan pihak kepolisian dan TNI. Rumah tersebut milik Jakfar, Jazuli, H. Badrun, Pak Ramli dan Ibu Naim.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan, kepolisian sudah meminta lima keluarga terdampak untuk mengungsi sementara waktu. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami melalui petugas setempat sudah melakukan himbauan. Agar lima keluarga mengungsi ke tetangga untuk sementara," katanya.

Menurutnya, warga mengungsi selama masih khawatir. Sampai benar-benar situasi aman dan tidak terjadi fenomena ketukan lagi.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

Pihaknya meminta warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Terutama lima keluarga. Namun himbauan itu berlaku kepada warga yang ada di sekitar lokasi kejadian.

"Warga harus diungsikan sampai kondisi dinilai aman. Dalam waktu dekat sejumlah pihak akan datang menyelidiki sekitar lokasi kejadian," ucapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya terdengar suara misterius dari dalam tanah. Sekitar satu jam mulai pukul 09.45 sampai pukul 10.30 suara ketukan terdengar. Bahkan suara aneh itu mulai terdengar sejak sepuluh hari terakhir.

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

 

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.