Senin, 22 Jun 2026 20:42 WIB

Sliweran di TikTok, Gus Iqdam Kerap Sebut Kata-kata ini, Apa Maknanya?

Gus Iqdam. (Foto: Instagram @iqdammuhammad for jatimnow.com)
Gus Iqdam. (Foto: Instagram @iqdammuhammad for jatimnow.com)

jatimnow.com – Penceramah muda asal Blitar, Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab dengan sapaan Gus Iqdam kini tengah populer di masyarakat.

Potongan ceramahnya yang ringan berbalut kata-kata khas berbahasa Jawa dalam Majelis Ta’lim Sabilu Taubah itu berseliweran di FYP TikTok.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Ada banyak istilah yang sering digunakan Gus Iqdam dalam pengajiannya ini. Mulai "garangan" hingga yang paling viral, "dekengan pusat". Sempat dimaknai negatif oleh sebagian orang, sebenarnya apa makna dari kata-kata ini?

1. Garangan

Gus Iqdam seringkali melontarkan kata "garangan" dalam Majelis Ta’lim Sabilu Taubah untuk jemaah laki-lakinya. Pengajian itu rutin digelar Selasa dan Jumat malam.

Garangan dalam Bahasa Jawa merupakan hewan sejenis musang. Karakter garangan yang kerap memakan segala inilah yang menjadi konteks dari penyebutannya oleh Gus Iqdam.

Lumrahnya dalam keseharian masyarakat di Kediri Raya, termasuk Blitar, garangan digunakan untuk menyebut para laki-laki yang sering menggoda atau mempermainkan perempuan. Sesuai dengan jemaah dari Gus Iqdam yang memang beragam, bukan hanya dari kalangan santri, melainkan anak jalanan dan sebagainya.

Tentu ini bukan semata-mata sebuah ejekan dari Gus Iqdam. Para jemaah juga tak mempermasalahkan dengan sebutan binatang tersebut. Ini justru membuat suasana ngaji di Majelis Ta’lim Sabilu Taubah semakin menyenangkan.

2. Wonge Teko?

"Wonge teko" ini merupakan sebuah pertanyaan dari Gus Iqdam, memiliki arti orangnya datang? Ini kerap dilontarkan Gus Iqdam ketika memberikan contoh sebuah kebiasaan buruk yang masih dilakukan masyarakat.

Seperti yang Gus Iqdam katakan dalam edisi rutinan malam Selasa 31 Juli 2023. Saat itu dia sedang mencontohkan seorang suami yang diam-diam masih bermain ke tempat hiburan, "wonge teko"? Seraya berbisik kepada jemaah yang berada di depannya.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

3. ST Nyel

Gus Iqdam juga sering mengucapkan kata "ST Nyel".

"ST Nyel" disini sering digunakan untuk menyembut jemaah setia Majelis Ta’lim Sabiluh Taubah. ST sendiri merupakan singkatan dari Sabilu Taubah. "Nyel" sering digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang murni tanpa campuran. Bisa juga total. Sehingga "ST Nyel" bisa diartikan total Sabilu Taubah atau Sabiluh Taubah murni.

4. Dekengan Pusat

Yang terakhir dan paling fenomenal adalah "dekengan pusat". Di masyarakat, dekengan pusat kerap dikontasikan sebagai hal yang negatif, orang dalam. Namun di Masjelis Ta’lim Sabilu Taubah, "dekengan pusat" berbeda.

Dekengan di sini memiliki arti bekingan atau perlindungan, pusat sendiri diartikan sebagai Allah. Sehingga "dekengan pusat" bisa diartikan sebagai berlindung dengan Allah.

Baca Juga: Senator Lia Istifhama Soroti Janggalnya Gugatan Ponpes Raudlatul Banin Wal Banat

Profil Singkat Gus Iqdam

Gus Iqdam sendiri adalah penceramah dengan nama lengkap Muhammad Iqdam Kholid. Anak bungsu dari pasangan suami istri KH. Kholid dan Ny. Hj. Lanratul Farida, yang lahir 27 September 1994. Orang tua Gus Iqdam merupakan pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Blitar.

Selain didikan orang tua dan lingkungannya, Gus Iqdam juga belajar agama kepada pamannya, Dliyauddin Azzamzami.

Setelah itu, ia mondok di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, murid dari Gus Kautsar.

Gus Iqdam mendirikan majelis ilmu yang dinamai dengan Majelis Ta’lim Sabilu Taubah pada 2018.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.