Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

Wabup Banyuwangi: Student Jazz Festival untuk Jaring Bakat Muda

  • Penulis :
  • | Sabtu, 25 Agu 2018 17:43 WIB
Salah satu peserta saat tampil di Student Jazz Festival/Foto: istimewa
Salah satu peserta saat tampil di Student Jazz Festival/Foto: istimewa

jatimnow.com - Untuk ketiga kalinya, Banyuwangi mengadakan kompetisi jazz untuk generasi muda, yang bertajuk Student Jazz Festival. Kompetisi yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi ini dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Sabtu (26/8/2018).

Yusuf mengatakan kompetisi jazz untuk generasi muda ini diharapkan akan menjadi generasi penerus musik jazz, khususnya di Banyuwangi.

Baca Juga: Ratusan Peserta Meriahkan Festival Olahraga Tradisional di Tulunggagung

“Kita ingin menjaring bakat-bakat muda jazz, seiring dengan rutinnya digelar event jazz pantai dan jazz Ijen di Banyuwangi setiap tahun,” ujar Wabup. 

Menurut Yusuf, ajang ini tidak sekedar kompetisi. Sebab yang keluar menjadi terbaik, akan berkesempatan tampil di sejumlah event musik Banyuwangi.

Hal ini tentunya menjadi kebanggaan bagi para musisi muda jazz, dimana bisa satu acara dengan musisi lokal, dan nasional. 

Yusuf pun berharap, para musisi muda bisa banyak belajar, baik dari segi musik, profesionalisme dan dedikasi kepada musik. Makanya, apabila ingin fokus di dunia musik, inilah ajang yang tepat untuk menyalurkannya.

“Banyuwangi memberi panggung luas bagi mereka yang berkreasi, karena banyak event yang kami rancang sebenarnya untuk menyediakan panggung bagi para seniman dan musikus muda,” katanya. 

Pada tahun ini, Student Jazz Festival diikuti 30 grup band pelajar setingkat SMA. Even ini juga diikuti band pelajar luar kota seperti Surabaya, Malang, Jember dan Bali. 

Meski pelajar, mereka mampu menunjukkan musikalitas yang apik. Berbagai judul lagu populer maupun daerah dimainkan dalam balutan aransemen jazz. Bahkan lagu Banyuwangi seperti Rehana, Kangen Tombone Ati terdengar lebih segar dan asyik saat dibawakan dalam nuansa jazz. 

Improvisasi musik yang menjadi salah satu ciri khas jazz juga tidak kalah sebagaimana musisi profesional. Seperti SMAN 1 Genteng yang berhasil membawakan lagu Cemeng yang memadukan irama jazz dengan instrumen etnik.

Baca Juga: Festival Santri 2025 di Jember, Syiar Islam dan Penguatan Karakter

Begitu juga dengan SMAN 5 Surabaya yang membawakan Tanjung Perak, menjadi irama jazz yang  menarik. Penampilan mereka ini mampu memukau ratusan penonton yang hadir. 

“Jazz itu adalah musik yang membebaskan kita berkreasi. Lagu apapun bisa kita aransemen dalam musik jazz. Seperti lagu Banyuwangi, Cemeng yang kita padukan dengan panjak,” ujar Sodo Lanang, keyboardis band SMAN 1 Genteng. 

Sodo mengaku melakukan kolaborasi aransemen jazz dengan musik etnik Using karena ingin menunjukkan ke khalayak bahwa Banyuwangi juga punya kekayaan musik. Sodo sendiri sudah berpengalaman mengikuti beberapa kompetisi musik jazz tingkat regional dan nasional.

Ia menjelaskan ajang ini memberi kesempatan baginya menebarkan virus musik jazz kepada teman-temannya di sekolah. Sebab, ia menilai banyak dari teman-temannya itu yang mempunyai bakat musik, tapi masih sedikit yang menekuni jazz.

“Lewat ajang ini, saya bisa mengenalkan kepada teman-teman, dan mereka ternyata suka,” kata pelajar yang sudah menekuni piano klasik sejak kelas dua SD ini.

Baca Juga: Penari Asal Meksiko Meriahkan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka

Sementara itu Sukirin, guru pembimbing dari SMAN 5 Surabaya mengaku jika Student Jazz ini sudah menjadi agenda sekolahnya untuk diikuti. Untuk keperluan tersebut, bahkan pihaknya setiap tahun melakukan regenerasi bagi grup band sekolahnya. 

“Even Student Jazz Banyuwangi sudah menjadi even wajib tahunan yang diikuti sekolah kami. Bagi kami, ini ajang untuk unjuk gigi bagi siswa sekaligus menguji kualitas musikalitas mereka,” kata Sukirin.

 

Penulis/editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.