Jumat, 19 Jun 2026 11:46 WIB

Penari Asal Meksiko Meriahkan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka

  • Penulis :
  • | Selasa, 30 Sep 2025 09:56 WIB
Foto: Yuliana Mar Orduni saat tampil di festival jaranan di Trenggalek (Prokopim/jatimnow.com)
Foto: Yuliana Mar Orduni saat tampil di festival jaranan di Trenggalek (Prokopim/jatimnow.com)

jatimnow.com-Yuliana Mar Orduni, penari asal Meksiko turut tampil dalam Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29. Yuliana mengaku sangat terkesan dan mengagumi event budaya daerah tersebut. Yuliana menyebut festival tahunan ini sebagai ajang pelestarian budaya yang patut dicontoh.

Yuliana dikenal sebagai movement artist dan peneliti yang mengeksplorasi gerak tubuh, ekologi, dan kebudayaan melalui pendekatan multidisiplin. Perempuan ini memulai perjalanan seni dari tari klasik India sebelum menekuni Butoh Dance pada 2010. Tahun 2018, ia mendapat beasiswa Darmasiswa untuk belajar tari Jawa di Institut Seni Indonesia Surakarta, lalu mendalami Joget Amerta di bawah bimbingan maestro Suprapto Suryodarmo. Saat ini Yuliana menempuh studi magister Kajian Budaya di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Merawat kesenian itu tugas kita semua. Festival seperti ini penting karena setiap tahun memberi ruang kreasi baru dan memotivasi generasi muda untuk terus menari. It’s the best," ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Dalam event FJTT ke-29, Yuliana membawakan tari Quetzalcoatl. Tari ini terinspirasi dewa kehidupan dan kebijaksanaan dalam kebudayaan Maya-Mexica. Menurutnya, sosok Quetzalcoatl memiliki kemiripan dengan barongan atau naga dalam kesenian jaranan. Pertunjukan itu memadukan gamelan jaranan Jawa Timur dengan alat musik khas Meksiko, ocarina, yang menghasilkan suara menyerupai kicau burung atau auman satwa.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Saya menemukan kesamaan antara elemen kuno Meksiko dan seni tradisi Indonesia. Melalui tubuh, musik, dan properti, saya ingin menghadirkan dialog budaya yang menyatukan dua dunia," tuturnya.

Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ke-29 tahun ini berlangsung selama tujuh hari penuh dengan pameran seni, parade jaranan, dan pertunjukan lintas budaya, menegaskan posisi Trenggalek sebagai pusat pelestarian kesenian jaranan di tingkat internasional.
Selain Yuliana, koreografer Jerman Martina Fieirtag juga turut berpartisipasi. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan kebanggaannya atas partisipasi seniman mancanegara.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Welcome to Trenggalek Jaranan World. Kami ingin Trenggalek menjadi rumahnya jaranan dunia," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.