Sabtu, 20 Jun 2026 14:26 WIB

Tradisi Pladu, Ratusan Warga Tulungagung Berebut Ikan Mabuk

Warga mencari ikan dalam acara pladu. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Warga mencari ikan dalam acara pladu. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Berbekal tangan kosong dan jaring sederhana, ratusan warga tumpah ruah menangkap ikan mabuk atau pladu di sungai Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Berbagai jenis ikan berhasil ditangkap warga dengan peralatan sederhana.

Banyaknya ikan mabuk karena pintu DAM Pacar yang dibuka. Pada momen tersebut, banyak warga yang antusias untuk melakukan pladu di sepanjang Sungai Kecamatan Boyolangu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Salah satu warga, Andika Dwi Yoga (19) mengatakan, sejak 08.30 WIB bersama saudaranya ikut menangkap ikan mabuk di sungai. Dengan mengguanakan jaring berukuran kecil, Andika mendapatkan ikan hingga 5 kilogram. Beragam jenis ikan seperti ikan bekel, montho, merah ganting hingga garingan didaptkannya.

"Awalnya saya hanya ingin lihat pladu. Tapi karena diajak saudara, akhirnya saya ikut menangkap ikan mabuk," ujarnya, Rabu (2/3/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pladu merupakan agenda tahunan yang digelar untuk membersihkan lumpur di dalam DAM. Sesaat setelah pintu DAM terbuka, ikan yang didalamnya ikut hanyut terbawa air.
Derasnya air membuat ikan mabuk sehingga mudah ditangkap warga dengan peralatan seadanya. Selain dengan jaring, warga banyak menggunakan peralatan seperti pengki atau cikrak.

"Setelah DAM dibuka, banyak ikan mabuk. Jadi tidak terlalu sulit untuk menangkapnya," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Ikan hasil tangkapan warga ini juga banyak dijual di sekitar area pladu. Namun Andika berencana untuk dijadikan lauk makan bersama keluarga. Terlebih terdapat saudara yang saat ini nyidam ikan air tawar.

"Nanti sampai rumah ikan akan dimasak untuk dijadikan lauk dan dimakan bersama keluarga," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.