Rabu, 17 Jun 2026 00:42 WIB

Perajin Bendera dan Umbul-umbul di Tulungagung Mulai Kebanjiran Pesanan

Perajin bendera dan umbul - umbul di Tulungagung saat produksi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Perajin bendera dan umbul - umbul di Tulungagung saat produksi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Memasuki bulan Agustus, para perajin bendera dan umbul-umbul di Kabupaten Tulungagung kebanjiran orderan. Jumlah orderan meningkat hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa.

Meskipun begitu, mereka mengaku mulai kesulitan mendapatkan bahan baku kain. Tingginya jumlah permintaan ini membuat bahan kain untuk bendera dan umbul-umbul mulai sulit didapat.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Imam Safii, salah satu perajin bendera dan umbul-umbul mengatakan, jumlah orderan ini sudah mulai mengalami kenaikan sejak awal bulan Agustus ini.

Selain untuk memenuhi kebutuhan di tingkat lokal, pesanan ini juga berasal dari sejumlah daerah seperti Trenggalek, Nganjuk, Ponorogo dan Mojokerto.

"Jumlah pesanan dari luar daerah meningkat rata-rata yang dipesan umbul umbul dan bendera," ujarnya, Rabu (02/08/2023).

Banyaknya agenda yang membutuhkan bendera dan umbul umbul pada bulan Agustus menjadi salah satu penyebab tingginya permintaan pasar.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Dalam sehari, mereka mampu memproduksi 1000 lembar bendera dan 500 buah umbul - umbul. Bahkan untuk memenuhi permintaan ini, stok bendera dan umbul-umbul yang masih dalam kondisi bagus juga laku dijual.

"Permintaannya meningkat hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa," terangnya.

Umbul - umbul model klasik banyak diminati masyarakat tahun ini. Model tersebut hanya berwarna merah putih tanpa ada tambahan sablon burung garuda.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Imam menjual bendera dan umbul-umbul ini dengan harga yang relatif terjangkau, mulai Rp 10 ribu hingga Rp 300 ribu tergantung ukuran dan jenis kain. Meskipun begitu Imam mengaku mulai kesulitan mendapatkan bahan baku kain.

"Permintaan pasar yang tinggi membuat bahan baku kain mulai sulit didapatkan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.