Kamis, 18 Jun 2026 22:15 WIB

Tantangan Baru Penari di Era Digital, Media Sosial jadi Sarana Hadirkan Karya

Abing Santoso saat menari bersama peserta workshop Nyantrik 5 di Tulungagung. (Foto : Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Abing Santoso saat menari bersama peserta workshop Nyantrik 5 di Tulungagung. (Foto : Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri dalam dunia seni tari. Para seniman dituntut untuk dapat menampilkan karya di media sosial sebagai salah satu sarana edukasi.

Hal ini diungkapkan seniman Abing Santoso, saat mengisi workshop Nyantrik 5 di Kabupaten Tulungagung. Workhsop ini diikuti oleh puluhan penari dari berbagai daerah sekitar seperti Kediri, Malang, Blitar dan Trenggalek.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Di hadapan peserta workshop, Abing yang juga merupakan seorang content creator ini mengajak peserta untuk membuat konten menari di media sosial. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi penari di era digital.

Menurutnya, media sosial harus dapat dimaksimalkan untuk mengenalkan karya tari ke masyarakat.

"Resiko awal pasti di bully netizen, namun hal tersebut jangan sampai menyurutkan semangat teman-taman penari," ujarnya, Minggu (30/07/2023).

Tak hanya memberi motivasi, dosen di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatika (STKW) Surabaya ini juga membuat konten bersama peserta workshop. Mereka diajarkan cara membuat konten menari di media sosial dengan durasi 30 detik.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

Pemilihan gerak dan lagu menjadi salah satu kunci dalam membuat konten di media sosial.

"Karya tari di media sosial berbeda dengan tari pada umumnya, ini yang harus dikenali oleh seniman tari saat ini," terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nyantrik 5, Aulia Amy Renata mengatakan program ini digelar setiap tahunnya. Total peserta tahun ini sebanyak 63 penari dari berbagai daerah.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

Tahun ini mereka sengaja mendatangkan Abing Santoso agar penari bisa memahami teknik membuat konten di media sosial yang tepat.

Dalam pelaksanaan nyantrik sebelumnya, mereka juga pernah mendatangkan maestro tari Didik Nini Thowok sebagai pemateri.

"Pada prinsipnya kita belajar bersama dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.