Senin, 22 Jun 2026 12:29 WIB

Wali Kota Kediri Larang Sekolah Wajibkan Siswa Beli Seragam di Koperasi

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menginstruksikan sekolah untuk tidak mewajibkan siswanya membeli seragam di koperasi. Pihaknya akan segera membuat Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk mengatur jumlah dan jenis seragam.

Mas Abu panggilan akrab Wali Kota Kediri mengatakan, kalaupun sekolah menjual seragam, pihaknya meminta koperasi justru memberikan harga yang lebih murah ditambah kemudahan pembayaran.

Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

"Kalaupun koperasi menyediakan seragam, saya minta koperasi bisa memberikan fasilitas kemudahan pembayaran. Bisa diangsur biar tidak memberatkan. Harganya juga harus bersaing dengan toko di luar. Kualitasnya harus bagus,” kata Mas Abu, Sabtu (29/7/2023).

Mas Abu telah meminta Inspektorat untuk turun tangan mengaudit sekolah terkait adanya laporan pembelian seragam ini.

“Saya juga minta Inspektorat turun mengaudit sekolah-sekolah terkait adanya laporan pembelian seragam ini,” tambahnya.

Sebelumnya, lanjut Mas Abu, Pemerintah Kota Kediri memberikan seragam sekolah gratis kepada siswa SD, SMP, sampai SMA di Kota Kediri. Namun karena keterbatasan anggaran dan perubahan wewenang akhirnya kebijakan ini tidak bisa dilakukan.

Sekarang Pemerintah Kota Kediri hanya bisa memberikan seragam nasional. Yakni, merah putih gratis kepada siswa SD negeri dan swasta, MI negeri dan swasta, serta SD luar biasa. Sedangkan seragam biru putih untuk SMP negeri dan swasta, MTs negeri dan swasta, serta SMP luar biasa.

Baca Juga: Pemkot Kediri Tata Ulang CFD Agar Lebih Nyaman dan UMKM Berkembang

“Jadi kita berikan seragam nasional gratis. Semoga ini bisa membantu orang tua murid," jelasnya.

Wali Kota Kediri mengatakan akan segera menyusun Perwali mengenai seragam. Perwali ini akan mengatur jumlah dan jenis seragam. Yakni, seragam nasional, pramuka, olahraga, dan khas Kota Kediri.

“Bisa batik atau tenun ikat yang bisa menunjukkan kekhasan Kota Kediri. Tidak perlu ada jas almamater untuk siswa SD maupun SMP," pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan menambahkan sekolah tidak boleh mewajibkan siswa membeli di koperasi dengan dalil apapun. Saat ini, sekolah menghentikan sementara penjualan kain di koperasi.

Baca Juga: Hadiri Munas-Konbes NU, Mbak Vinanda Harap Lahir Keputusan Terbaik untuk Umat

“Sekolah harus membuat satndar harga, kualitas, dan mekanisme penjualan di koperasi sekolah. Dengan harapan apabila wali murid membeli di koperasi justru mendapat kemudahan," imbuhnya.

Anang menegaskan pihaknya segera menindaklanjuti instruksi Wali Kota Kediri. Terkait dengan jumlah dan jenis seragam yang digunakan siswa. Lalu juga mengkaji pemberian tambahan bantuan seragam gratis agar bisa lebih meringankan beban wali murid.

“Kami akan segera tindak lanjuti semua. Jadi tidak ada lagi mewajibkan siswa membeli seragam di koperasi sekolah," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.

Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Implementasi program nasional tersebut ke depan tetap memerlukan pembenahan yang matang di tingkat daerah maupun pusat.

Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pramuka Sukolilo Surabaya Pecahkan Rekor MURI

1.352 Pramuka Sukolilo dilantik sebagai Pramuka Garuda dan memecahkan dua Rekor MURI melalui aksi pembasuhan kaki orang tua dan semafor massal.

Polusi Asap PT KTI Resahkan Warga Kelurahan Mayangan Probolinggo

Permasalahan ini telah berlangsung selama belasan tahun tanpa ada solusi konkret. Warga juga telah mengadukan masalah tersebut ke Komisi III DPRD Kota Probolinggo dan minta untuk relokasi.