Kamis, 18 Jun 2026 14:37 WIB

Tim Hotman Paris Dampingi Keluarga Korban Pembunuhan Pasutri di Ngantru Tulungagung

Tim Kuasa Hukum Hotman 911 dan keluarga korban. (Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tim Kuasa Hukum Hotman 911 dan keluarga korban. (Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim Kuasa Hukum Hotman 911 resmi mendampingi keluarga korban pembunuhan pasutri di Ngantru Kabupaten Tulungagung.

Sebelumnya kedua anak korban menggungah video di media sosial meminta bantuan hukum pengacara kondang Hotman Paris.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Mereka mencurigai adanya pelaku lain yang bekum terungkap dalam kasus ini. Selain itu terdapat sejumlah kejanggalan dalan pengungkapan kasus tersebut.

Perwakilan Tim Kuasa Hukum Hotman 911, Thomas mengatakan, pihaknya bersama keluarga korban mendatangi Polres Tulungagung. Tujuannya untuk mendorong penyidik untuk mengembangkan dugaan pelaku lain dalam kasus pembunuhan.

"Berdasarkan keterangan saksi yang kami terima, sebelum kejadian korban menyampaikan kepada saksi adanya dua orang yang mencurigaka di depan rumahnya," ujarnya, Jumat (21/7/2023).

Dalam proses pengungkapan juga terdapat kejanggalan yang dirasakan tim kuasa hukum. Tersangka diketahui menyerahkan diri dengan didampingi tokoh masyarakat serta pengacara. Hal ini menjadi kecurigaan dan kejanggalan tersendiri dalam kasus ini.

"Kami menduga kasus ini sudah direncanakan dan disetting. Makanya kami meminta penyidik untuk mengembangkan dugaan pelaku lain," terangnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Thomas menilai bahwa penerapan Pasal 338 KUHP pada kasus pembunuhan ini tidak cocok. Pasalnya, pada saat kejadian tersangka memiliki jeda waktu dalam mengeksekusi korban pertama dan kedua. Bahkan tersangka sudah menyiapkan beberapa barang yang diduga untuk mengeksekusi korban.

"Makanya kami meminta agar penyidik mengkaji ulang untuk penerapan pasal. Harapan kami, bisa diterpakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," tuturnya.

Sementara itu, anak korban, Gustama menambahkan, bahwa dalam kasus pembunuhan orang tuanya banyak kecurigaan yang muncul. Pasalnya selama ini, korban tidak pernah berhubungan dengan tersangka.

Selain itu, sebelum kejadian ada dua orang asing yang mencurigakan di luar rumah. Sedangkan saat itu tersangka sudah ada dalam halaman rumah korban.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Makanya kami meminta bantuan ke Hotman. Karena kami butuh orang hebat untuk mengungkap kasus ini sejelas-jelasnya dan seadil-adilnya," pungkasnya.

Sebelumnya pasutri Tri Suharno dan Ning Nur Rahayu, warga Desa/Kecamatan Ngantru, Kabuoaten Tulungagung ditemukan tewas mengenaskan di ruang karaoke pribadi pada Kamis (29/06/2023) petang.

Korban Tri Suharno ditemukan dalam kondisi terikat kaki dan tangannya, sedangkan istrinya tewas dengan lilitan kabel mikropon. Polisi telah menangkap Edi Purwanto, tersangka dalam kasus ini. Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku nekat mengakhiri nyawa korban karena masalah utang pembelian batu akik senilai Rp250 juta.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.