Rabu, 17 Jun 2026 08:18 WIB

7 Rekomendasi Hasil Laboratorium Sungai Berubah Warna di Pamekasan

Air sungai di Pamekasan mendadak berubah warna merah akibat tercemar. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Air sungai di Pamekasan mendadak berubah warna merah akibat tercemar. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak tujuh rekomendasi sudah dikeluarkan oleh laboratorium Sumenep terhadap sampel zat kimia air sungai yang berubah merah di Pamekasan.

Dari tujuh rekomendasi terdapat hasil kandungan sulfida yang tidak memenuhi ambang batas. Disebutkan Sulfida keluar 0,03. Sementara ambang batas air sungai standar 0.002. Sehingga tidak memenuhi ambang batas.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Sementara 6 rekomendasi laboratorium lainnya normal dan kondisi air tidak berbahaya. Seperti hasil laboratorium kandungan nitrida, suhu, kadar PH asam dan basah, kekeruhan air, florida dan sejumlah zat kimia lainnya masih normal.

"Hanya sulfida yang tidak memenuhi ambang batas. Yang lain masih tergolong normal, " ungkap Wakil Bupati Pamekasan Fattah Jasin, Kamis (13/7/2023).

Dia mengatakan akan ada 20 rekomendasi yang bisa keluar dari laboratorium Sumenep. Namun saat ini hanya tujuh rekomendasi hasil laboratorium yang diterima Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan.

Baca Juga: Pakar Ungkap Biang Kerok Ikan Sapu-Sapu 'Jajah' Sungai Perkotaan

Dikatakan, perubahan warna air memang diuji di Sumenep. Sebab Laboratorium di Pamekasan belum memadai. Sehingga pihaknya masih menunggu hasil laboratorium selanjutnya.

"Akibat dari kandungan sulfida yang tidak memenuhi ambang batas tersebut, ketika masyarakat menggunakan aliran air bisa berdampak gatal dan sesak napas, " ucapnya.

Fattah Jasin menegaskan, berubahnya warna air tidak terlalu membahayakan. Dari tujuh rekomendasi yang ada enam rekomendasi hasilnya masih normal.

Baca Juga: Krisis Brantas: Posko Ijo Surati Gubernur, Sentil Pemerintah Pusat

"Semoga hasil lab lainnya segera keluar. Untuk sementara masih tergolong aman, " imbuhnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.