Sabtu, 06 Jun 2026 11:21 WIB

Krisis Brantas: Posko Ijo Surati Gubernur, Sentil Pemerintah Pusat

Posko Ijo layangkan surat terbuka, peringatkan pemerintah terkait dugaan pembiaran pencemaran Sungai Brantas oleh industri. (Foto/jatimnow.com)
Posko Ijo layangkan surat terbuka, peringatkan pemerintah terkait dugaan pembiaran pencemaran Sungai Brantas oleh industri. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kondisi Sungai Brantas memprihatinkan. Posko Ijo mengirimkan surat pengaduan ke Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan sejumlah pihak terkait dugaan pencemaran sungai oleh PT Indonesia Royal Paper di Jombang.

Posko Ijo menuding negara melakukan pembiaran terhadap kerusakan ekosistem yang menopang jutaan warga Jawa Timur.

Baca Juga: Jenis dan Bobot Sapi Kurban Orang Nomor 1 di Jatim

Ketua Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, mengungkapkan kekecewaannya atas respons pemerintah yang dianggap lamban dan normatif.

Menurutnya, data laboratorium telah menunjukkan pelanggaran berat terhadap baku mutu air limbah. Namun, tindakan nyata dari pemerintah belum terlihat.

"Sungai Brantas sedang tidak baik-baik saja. Ketika data laboratorium menunjukkan pelanggaran berat baku mutu air limbah, tetapi respons pemerintah tetap normatif dan lamban, maka masalahnya bukan lagi sekadar industri, melainkan absennya negara," tegas Rulli.

Surat pengaduan tersebut didasarkan pada penelusuran lapangan, kesaksian warga, dan hasil uji laboratorium.

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

Hasilnya menunjukkan parameter pencemar seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS) melampaui batas yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013.

Posko Ijo menduga pencemaran ini bukan insiden biasa, melainkan pola pembuangan limbah yang sistematis untuk menghindari pengawasan. Mereka menyoroti bahwa pengawasan negara selama ini hanya berhenti pada rutinitas administratif yang tidak efektif.

"Inspeksi sesekali, laporan normatif, dan janji peninjauan ulang telah menjadi budaya pengawasan lingkungan. Pola seperti ini tidak pernah menyelesaikan masalah, hanya menunda krisis," tambah Rulli.

Baca Juga: Warga Tulungagung Hilang saat Berburu Ikan Mabuk di Sungai Brantas

Posko Ijo mendesak audit lingkungan yang transparan, penegakan hukum tanpa kompromi, dan pemulihan Sungai Brantas dengan melibatkan partisipasi publik. Mereka menegaskan bahwa negara harus bertindak proaktif mencegah pencemaran, bukan hanya hadir setelah kerusakan terjadi.

"Surat ini adalah ujian bagi negara. Apakah pemerintah benar-benar berpihak pada keselamatan lingkungan dan rakyatnya, atau memilih tunduk pada kepentingan industri. Sungai Brantas tidak punya waktu untuk menunggu birokrasi yang lamban," pungkas Rulli.

Posko Ijo berjanji akan terus mengawal kasus ini dan membuka seluruh data kepada publik. Mereka menyatakan, jika negara tetap diam, masyarakat berhak mempertanyakan keberpihakan hukum lingkungan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.