Selasa, 16 Jun 2026 22:31 WIB

Ratusan Hektare Tembakau di Tulungagung Gagal Panen

Tanaman tembakau yang puso di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tanaman tembakau yang puso di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan hektare lahan pertanian tembakau di Tulungagung mengalami gagal panen (puso). Hal itu disebabkan akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada bulan ini.

Tanaman tembakau yang mengalami puso ini rata-rata masih berusia 1,5 bulan. Hujan deras yang sering terjadi menyebabkan tanaman tersebut mati.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung, Gatot Rahayu mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima terdapat 116 hektare lahan pertanian tembakau yang mengalami puso.

"Ratusan lahan pertanian tembakau yang puso itu berada di Kecamatan Pakel dan Boyolangu," tuturnya, Selasa (11/7/2023).

Tanaman tembakau ini tidak bertahan jika asupan air terlalu tinggi. Sehingga, tanaman tembakau akan rawan mati jika mendapatkan air banyak. Terlebih jika usia tanaman masih sangat muda.

"Apalagi jika usia tanaman tembakau masih muda sudah terkena air banyak, maka kecenderungan akan mati. Dan laporan yang kami terima tanaman tembakau yang puso berusia mulai dari mingguan hingga satu bulan," jelasnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Makmur Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Endri Cahyono menambahkan, di Desa Kendalbulur lahan tembakau puso hampir 100 persen. Mayoritas tanaman tembakau masih berusia 1,5 bulan, terkena hujan terus-menerus sehingga menyebabkan kematian.

"Solusinya petani harus tanam lagi, karena jika tembakau sudah membusuk, rata-rata sudah tidak bisa hidup lagi," paparnya.

Kerugian yang dialami para petani tembakau, mencapai Rp20 juta per hektare pada masa tanam. Sedangkan di Desa Kendalbulur terdapat 186 hektare lahan tembakau.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Meski mengalami puso, para petani tetap bertahan untuk melakukan tanam. Karena saat ini harga tembakau sedang tinggi," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.