Kamis, 18 Jun 2026 17:02 WIB

Pembunuh Pasutri di Ngantru Tulungagung Ditangkap? Ini Hasil Autopsi Jenazah Korban

Polisi saat melakukan olah TKP. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Polisi saat melakukan olah TKP. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Tulungagung telah merampungkan proses autopsi terhadap jenazah Suharno (57) dan Ning Rahayu (49), warga Desa/Kecamatan Ngantru. Sang pelaku pun dikabarkan sudah diamankan.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu M Anshori mengatakan berdasarkan hasil autopsi, korban Suharno meninggal karena pukulan benda tumpul di bagian wajah dan kepala.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Sedangkan korban Ning Rahayu tewas karena lilitan kabel mikropon di bagian leher yang menyebabkan kehabisan oksigen. Pada kedua korban ditemukan luka akibat pukulan benda tumpul.

"Berdasarkan hasil autopsi penyebab kematian kedua korban berbeda, yang laki-laki karena pukulan benda tumpul di wajah dan kepala korban perempuan karena lilitan kabel mikriphone di leher," ujarnya, Minggu (2/7/2023).

Saat ditemukan, kondisi kaki, tangan dan leher korban Suharno dalam kondisi terikat. Selain itu bagian mulut korban dililit dengan lakban yang diberi potongan sandal jepit.

Namun dari autopsi terlihat bahwa potongan sandal yang masuk ke mulut korban tidak menekan leher. Sedangkan leher, kaki dan tangan diikat oleh pelaku setelah korban meninggal dunia.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Yang mematikan adalah pukulan benda tumpul yang menyebabkan pendarahan pada otak," jelasnya.

Hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Mereka mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku.

Sebanyak 6 saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus ini. Bahkan santer terdengar informasi bahwa pelaku sudah diamankan. Saat disinggung hal tersebut, Anshori hanya meminta bersabar dan menunggu informasi lebih lanjut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Nanti kalau sudah selesai proses penyelidikan akan kami sampaikan," pungkasnya.

Sebelumnya jenazah pasutri ditemukan di ruang karaoke pribadi. Dari hasil olah TKP polisi mengamankan 20 kantong barang bukti. Selain itu tim Labfor Polda Jawa Timur juga mendatangi lokasi kejadian untuk mengambil sampel darah di karpet ruang karaoke.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.