Senin, 22 Jun 2026 04:18 WIB

Novita Hardini Apresiasi Penurunan Angka Perkawinan Anak di Sumurub Trenggalek

Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini saat bersama warga Kecamatan Bendungan. (Foto: Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)
Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini saat bersama warga Kecamatan Bendungan. (Foto: Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, mengapresiasi penurunan angka perkawinan anak yang cukup signifikan di Desa Sumurub, Kecamatan Bendungan.

Dulunya perkawinan anak ini seolah menjadi mitos yang tidak dapat dipecahkan. Namun angka yang dulunya 16% itu kini sudah menjadi 4%.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

"Data terakhir yang saya terima, menurun dari 16% menjadi 4%. Namun tadi laporan dari kepala desa hari ini sudah 0% perkawinan anak. Tentunya angka ini perlu kami pelajari. Apakah memang benar 0 persen," ujarnya, Jumat (30/06/2023).

Menurut Novita, penurunan angka perkawinan anak ini sangat luar biasa. Bukan perkara mudah menurunkan angka perkawinan anak di daerah tersebut. Dibutuhkan perjuangan dan sinergi antar lembaga.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

"Angka 4% saja menurut saya itu sudah menunjukkan angka yang sangat luar biasa. Kita tahu beberapa tahun lalu untuk merubah Kecamatan Bendungan seperti itu bukan perkara mudah. Seperti mitos yang tidak mungkin bisa dipecahkan," tuturnya.

Perkawinan anak menjadi salah satu penyebab stunting dan juga kemiskinan ekstrem. Padahal ini menjadi 2 konsen serius pemerintah pusat dan Kabupaten Trenggalek untuk dientaskan.

Baca Juga: Hadiri Sarasehan, Pemkab Trenggalek Mengkaji Penerbitan Obligasi Daerah

Dalam kesempatan itu, inisiator sepeda keren ini tidak lupa mengimbau kepada masyarakat untuk terus berjuang, terus belajar dan tidak pernah lelah untuk mencoba hal baru utamanya dalam mengejar ilmu pengetahuan.

"Tidak mungkin meraih kesuksesan bila tidak mengejar pendidikan setinggi mungkin. Maka dari itu jangan mau lelah berjuang membimbing anak-anak di Kabupaten Trenggalek," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.