Minggu, 21 Jun 2026 11:25 WIB

Mobil di Tulungagung Nyungsep ke Parit karena Hindari ODGJ Menyeberang Jalan

Mobil yang masuk dalam parit. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Mobil yang masuk dalam parit. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebuah mobil di Kabupaten Tulungagung nyungsep masuk ke dalam parit karena diduga menghindari penyeberang jalan.

Mobil yang dikemudikan Suharto (61) warga Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang ini oleng ke arah kiri dan masuk ke dalam parit di depan SPBU Kelurahan Kutoanyar.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Korban seorang pejalan kaki bernama Siti Fadah Riani (46) warga Desa Mojosari, Kecamatan Kauman tertabrak mobil dan terpental beberapa meter. AKibatnya korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Korban diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kanit Lantas Polsek Tulungagung, AKP Diyon Fitriyanto mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu mobil Panther dengan nopol AE 1785 FE dikendarai oleh Suharto dari arah timur menuju barat.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, saat kejadian korban diketahui berjalan di pinggir jalan dari arah barat menuju timur. Sampai di depan SPBU, korban diduga menyeberang.

"Dugaan kami pengemudi kaget dan berusaha menghindari korban namun karena jarak berdekatan korban tertabrak dan terpental sedangkan mobil oleng ke arah kiri dan masuk parit," ujarnya, Selasa (27/6/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pengemudi tidak mengalami luka-luka dan kini berada di Polsek Tulungagung untuk menjalani pemeriksaan. Petugas juga mendatangkan mobil derek untuk mengeluarkan mobil dari dalam parit.

Bagian depan kanan mobil tersebut rusak berat. Hingga saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan tersebut.

"Ini masih kita lakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu, Kepala Desa Mojosari, Agus Rifai membenarkan bahwa korban termasuk dalam kategori ODGJ. Selama ini korban hanya tinggal bersama ibunya yang sudah tua. Korban dikenal sering berjalan-jalan sendiri.

"Sejak pulang dari Kalimantan sekitar 2 tahun lalu korban mengalami ODGJ, diberi bantuan dari pemerintah selalu menolak dan setiap hari jalan-jalan," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.