Jumat, 19 Jun 2026 05:51 WIB

Tukang Becak Naik Haji, 30 Tahun Menanti Bersama Istri namun Terpaksa Berangkat Sendiri

Muhammad Mudjib (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Muhammad Mudjib (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Muhammad Mudjib (71) 30 tahun mengayuh becak tuanya demi menyambung ekonomi keluarga. Selama itu juga ia tabung sebagian rizkinya bersama istri untuk berkhidmat berangkat ke Tanah Suci.

Mudjib yang tinggal di Jalan Pegesangan 4 Nomor 29, Surabaya itu menghidupi tiga orang anak. Hari-harinya ia lalui sebagai pengayuh becak.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Panas dan dinginnya jalanan tetap ia tahan demi menempuh niatnya untuk melaksanakan rukun Islam kelima.

Mudjib telah mendaftar haji sejak 2011, ia mendaftar bersama sang istri Siti Arifah. Keberangkatan yang seharusnya terjadwal 2021 pupus lantaran Pandemi Covid-19. Ia terpaksa harus legowo. Ia pun menerima.

Namun, pria yang telah dikaruniai empat orang cucu itu pun harus kembali menata hati, karena seketika di tahun yang sama, saat besarnya ombak Covid-19 di Surabaya mengambil nyawa sang istri. Cita-cita berangkat haji bersama pun pupus. Mudjib harus kembali legowo.

Kini, Mudjib harus menunaikan cita-citanya haji sendiri. Ia direncanakan berangkat pada 20 Juni 2023, melalui Embarkasih Surabaya.

"Tapi tidak apa-apa, alhamdulilah saya tetap bisa berangkat dan akan berdoa di sana," kata Mudjib, Senin (5/6/2023).

Saat bercerita tentang istri, Mudjib seakan kembali membuka memori tentang cita-cita bahagianya bersama istri menunaikan ibadah bersama.

Matanya pun berkaca-kaca. Lambat laun tubuh kekarnya pun tak bisa menutupi kesedihan, air mata Mudjib tumpah.

Baca Juga: Menabung 14 Tahun, Komentator Sepak Bola Tarkam Asal Jember Berangkat Haji

Sembari mengusap air mata, Mudjib kembali menghela nafas, dan bercerita. Apalah dia tanpa sang istri, selama ia bekerja, Arifah lah yang selalu tekun menyisihkan uang hasilnya mengayuh becak untuk di tabung.

"Saya ini cuma kerja saja yang menyimpan uangnya ya ibuk (istri saya). Jadi saya ndak tau nabungnya gimana, tiba-tiba 2011 itu ibuk mengajak saya daftar haji," kata Mudjib.

Karena ingin cepat haji. Istri Mudjib pun membantu ekonomi dengan cara berjualan sayur di teras rumah. Hari-hari keduanya seringkali bersama, karena saat malam menjelang fajar, dengan becak tuanya itu, ia bersama sang istri harus belanja sayur untuk dijual.

Meski telah ditinggal istrinya, Mudjib mengakui telah menyiapkan sederet doa untuk sang istri. Ia juga berjanji akan memanjatkan doa khusus bagi sang istri didepan ka'bah.

Baca Juga: Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun

Waktu keberangkatan Mudjib pun semakin dekat. Hari-hari, ia lalui dengan pemanasan, olahraga, dan mengkonsumsi vitamin untuk menjaga badan tetap sehat.

Menjajal medan saat berhaji, Mudjib mengaku, setiap pagi dan sore ia coba untuk berjalan mengelilingi Mas Al-Akbar, Surabaya. Semata, untuk melemaskan otot tuanya, agar terbiasa menjalani langkah-langkahnya beribadah di Tanah Suci.

"Setiap hari muter jalan kaki di Masjid Agung dua kali, soalnya ini pinggang saya kadang sakit. Kalau persiapan spesial tidak ada hanya baju saja," kata dia.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.