Rabu, 22 Jul 2026 07:53 WIB

Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 29 Apr 2026 19:00 WIB
Mas Dhito saat mengunjungi rumah Mbah Marsiyah. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat mengunjungi rumah Mbah Marsiyah. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan bantuan kursi roda untuk Mbah Marsiyah, jamaah haji yang disebut tertua se Indonesia dengan usia 104 tahun. Bantuan itu diserahkan Mas Dhito dengan mendatangi rumahnya di Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu (29/4/2026).

“Hari ini saya mengunjungi Mbah Marsiyah, jamaah tertua dari Kabupaten Kediri, yang dibutuhkan hanya kursi roda,” jelas Mas Dhito usai menemui Mbah Marsiyah di rumahnya.

Baca Juga: Sastra Saraswati Sewana Yatra di Candi Tegowangi, Mas Dhito: Perkuat Toleransi

Mas Dhito menjelaskan, fisik Mbah Marsiyah dalam kondisi baik. Bahkan, menurutnya  di usia yang lebih dari satu abad, kemampuan kognitif Mbah Marsiyah dalam kondisi istimewa.

Dengan kondisi ini, diharapkan Mbah Marsiyah mampu menyelesaikan rangkaian ibadah haji di tanah suci. Ditambah lagi, Mbah Marsiyah akan didampingi anak keduanya, Muidah (63) untuk menunaikan rukun islam ke-5 tersebut.

Menurut Mas Dhito, para jamaah lansia termasuk Mbah Marsiyah akan diperhatikan secara khusus oleh para petugas pendamping haji daerah. Tahun ini, ada sekitar 6 petugas pendamping haji daerah yang akan bertugas mendampingi lebih dari 1000 jamaah.

“Jamaah yang lanjut usia menjadi fokus kita,” jelas Mas Dhito.

Usai menyerahkan bantuan kursi roda dan mengobrol langsung dengan Mbah Marsiyah serta keluarga, Mas Dhito menitipkan doa supaya Kabupaten Kediri terus menjadi daerah yang guyub rukun serta kondusif.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pemkab Kediri Siap Kawal Keberhasilan Program Sekolah Rakyat

"Tadi saya nitip doa kepada Mbah Marsiyah, juga saya dibekali jeruk biar dapat barokahnya (Mbah Marsiyah),” kata Mas Dhito.

Mbah Marsiyah sendiri mengakui telah puluhan tahun mempunyai keinginan untuk berangkat haji. Untuk biaya haji, dia menabung dari hasil berjualan jenang.

Meski pada 2014 lapak jualannya jenang terkena dampak pasir letusan Gunung Kelud hingga terpaksa tutup, Mbah Marsiyah tetap berusaha menyisihkan uang demi bisa berangkat haji.

Baca Juga: Beasiswa dari Mas Dhito Banyak Peminat, Tim Verifikasi Pastikan Kondisi Riil Pemohon

“Kawit sadean niko pingin minggah haji (sejak jualan dulu sudah ingin naik haji),” terangnya.

Berkat kesabaran dan keteguhan dalam menabung, Mbah Marsiyah akhirnya bisa berangkat berhaji tahun 2026 ini. Dia pun bahagia mendapatkan kursi roda dari bupati dan diharapkan bisa memperlancar mobilitas ibadahnya.

“Nggih remen (senang)," aku Mbah Marsiyah.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.