Sabtu, 06 Jun 2026 20:37 WIB

Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 29 Apr 2026 19:00 WIB
Mas Dhito saat mengunjungi rumah Mbah Marsiyah. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat mengunjungi rumah Mbah Marsiyah. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan bantuan kursi roda untuk Mbah Marsiyah, jamaah haji yang disebut tertua se Indonesia dengan usia 104 tahun. Bantuan itu diserahkan Mas Dhito dengan mendatangi rumahnya di Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu (29/4/2026).

“Hari ini saya mengunjungi Mbah Marsiyah, jamaah tertua dari Kabupaten Kediri, yang dibutuhkan hanya kursi roda,” jelas Mas Dhito usai menemui Mbah Marsiyah di rumahnya.

Baca Juga: Jual Rumah Demi Pengobatan Istri, Suyanto Bangkit Lewat Bantuan Mas Dhito

Mas Dhito menjelaskan, fisik Mbah Marsiyah dalam kondisi baik. Bahkan, menurutnya  di usia yang lebih dari satu abad, kemampuan kognitif Mbah Marsiyah dalam kondisi istimewa.

Dengan kondisi ini, diharapkan Mbah Marsiyah mampu menyelesaikan rangkaian ibadah haji di tanah suci. Ditambah lagi, Mbah Marsiyah akan didampingi anak keduanya, Muidah (63) untuk menunaikan rukun islam ke-5 tersebut.

Menurut Mas Dhito, para jamaah lansia termasuk Mbah Marsiyah akan diperhatikan secara khusus oleh para petugas pendamping haji daerah. Tahun ini, ada sekitar 6 petugas pendamping haji daerah yang akan bertugas mendampingi lebih dari 1000 jamaah.

“Jamaah yang lanjut usia menjadi fokus kita,” jelas Mas Dhito.

Usai menyerahkan bantuan kursi roda dan mengobrol langsung dengan Mbah Marsiyah serta keluarga, Mas Dhito menitipkan doa supaya Kabupaten Kediri terus menjadi daerah yang guyub rukun serta kondusif.

Baca Juga: Bertemu PSF, Bupati Kediri Bahas Lulusan SMA Boarding School Angkatan Pertama

"Tadi saya nitip doa kepada Mbah Marsiyah, juga saya dibekali jeruk biar dapat barokahnya (Mbah Marsiyah),” kata Mas Dhito.

Mbah Marsiyah sendiri mengakui telah puluhan tahun mempunyai keinginan untuk berangkat haji. Untuk biaya haji, dia menabung dari hasil berjualan jenang.

Meski pada 2014 lapak jualannya jenang terkena dampak pasir letusan Gunung Kelud hingga terpaksa tutup, Mbah Marsiyah tetap berusaha menyisihkan uang demi bisa berangkat haji.

Baca Juga: Pemkab Kediri Usulkan 2 TPST, Mas Dhito Ingatkan Pengelolaan Sampah dari Hulu

“Kawit sadean niko pingin minggah haji (sejak jualan dulu sudah ingin naik haji),” terangnya.

Berkat kesabaran dan keteguhan dalam menabung, Mbah Marsiyah akhirnya bisa berangkat berhaji tahun 2026 ini. Dia pun bahagia mendapatkan kursi roda dari bupati dan diharapkan bisa memperlancar mobilitas ibadahnya.

“Nggih remen (senang)," aku Mbah Marsiyah.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.