Selasa, 16 Jun 2026 21:48 WIB

Warga asal Sidoarjo Terputus Bantuan Pemerintah, Komisi E DPRD Jatim Turun Tangan

Caption: Nurhayati menunjukkan identitas diri dan kartu penerima manfaat. (Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Caption: Nurhayati menunjukkan identitas diri dan kartu penerima manfaat. (Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Nurhayati (51), penerima bantuan harus gigit jari setelah diputus dan tidak terdaftar di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Sidoarjo.

Perempuan warga Desa Sukodani, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo ini tidak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejak Oktober 2022.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Nurhayati mengatakan, dirinya diputus dari BPNT karena masalah foto rumah yang ada di DTKS tidak sama dengan rumah yang ditinggalinya.

"BPNT saya tidak keluar, kok muncul foto rumah bukan foto rumah saya. Saya tanya katanya dari kantor pos, udah lapor ke desa sudah, dari pendamping juga bilang, kok diputus katanya masalah rumah," kata Nurhayati, Senin (29/5/2023).

Ia menambahkan, bulan Januari 2023 lalu, dirinya kembali menanyakan ke pihak desa tapi belum juga mendapatkan jawaban.

"Pendamping saya mengirimkan foto itu tadi lewat injek TPPI. Muncul foto itu tahun 2023, saya dapat (bantuan) sudah tiga tahunan," bebernya.

Menurut Nurhayati, Nomor Induk Kependudukan (NIK) terdaftar itu ada foto rumah yang bukan rumah ditempatinya.

"BPNT yang diputus, kalau PKH tidak apa-apa karena sudah tidak ada anak yang sekolah. BPNT ini kenapa kok dihapus. BPNT terima bahan pokok sehari-hari," ungkapnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Anggota Komisi E DPRD Jatim Adam Rusydi menunjukkan foto rumah yang tidak sesuai di DTKS. (Achmad Supriyadi/jatimnow.com)Anggota Komisi E DPRD Jatim Adam Rusydi menunjukkan foto rumah yang tidak sesuai di DTKS. (Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jatim Adam Rusydi yang menerima keluhan tersebut langsung mengecek ke rumah Nurhayati.

"Kami akan mengecek ini salahnya di mana dan siapa yang mengupload foto ini sehingga berdampak ke ibu yang bersangkutan ini. Ini sepenuhnya sangat merugikan karena berbulan-bulan tidak dapat apalagi melihat kondisi pekerjaan suaminya serabutan dan ibunya hanya ibu rumah tangga," jelasnya.

"Setelah kita cek memang bukan ternyata foto yang di DTKS bukan rumah aslinya dan jauh berbeda. Kami juga cek dengan tanya-tanya ke orang-orang sini juga tidak tahu itu rumah siapa," imbuhnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo ini menambahkan, dirinya telah menghubungi Dinas Sosial Jatim agar segera melakukan kroscek dengan kesalahan ini.

"Saya sudah berkirim surat ke dinsos untuk memastikan errornya di sisi mana, karena proses pelibatan data ini juga banyak melibatkan mulai stakeholder tingkat desa, kabupaten sampai pusat. Di sini sendiri ada pendamping, kemudian ada dari perangkat desa, kabupaten dan provinsi. Dari aspek provinsi kami juga melakukan pengecekan ulang sampai sejauh mana data ini. Kami juga akan melakukan pengecekan data di data lain, jangan sampai hal seperti ini terjadi kembali," tuturnya.

"Kami dari Komisi E DPRD Jatim, kami siap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang akan melaporkan berkaitan data-data yang bermasalah kami membuka untuk itu. BPJS juga akan kami cek, karena kalau data di DTKS masuk otomatis masuk. Jadi jika data di DTKS terputus itu otomatis terputus juga (BPJS)," pungkasnya.

Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.