Jumat, 19 Jun 2026 09:36 WIB

Pikap Angkut Rombongan Pelayat di Ponorogo Jatuh ke Jurang, 1 Tewas

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 21 Agu 2018 10:40 WIB
Mobil pikap yang terbalik
Mobil pikap yang terbalik

jatimnow.com - Diduga kelebihan muatan, rombongan warga yang hendak melayat dengan menggunakan mobil bak terbuka atau pikap mengalami kecelakaan tunggal. Tepatnya di Jalan Sooko, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo.

Tragisnya, 17 orang rombongan mengalami luka-luka dan 1 orang meninggal dunia di jurang sedalam 4 meter.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ya memang ada kecelakaan tunggal. Dugaan awalnya kelebihan muatan. Ya kalau dipukul rata 19 orang, dikalikan 50 Kg kan hampir 1 ton," kata Kanit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo, IPDA Badri, Selasa (21/8/2018).

Ia mengatakan, kecelakaan tunggal ini berawal dari pick up bernopol AE 8870 SE mengangkut rombongan pelayat. Ia berjalan dari arah Sooko menuju Trenggalek.

Saat di lokasi, lanjut ia, jalan menanjak. Sopir juga terlalu banyak membawa penumpang. Sehingga mobil tak kuat menanjak.

"Mobilnya selip sendiri. Berjalan mundur. Kemudian terperosok  dan jatuh ke jurang dengan kedalaman 4 meter," terangnya.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Akibatnya, semua penumpang masuk jurang. Parahnya, ada 1 meninggal dunia atas nama Painem (60) warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo.

"Korban mengalami luka robek pada kepala. Selain itu luka robek di leher. Kesadaran menurun dan meninggal dunia di lokasi," tambahnya.

Sementara, tambah ia, 18 orang lainnya termasuk sopir luka ringan. Badri berharap ini menjadi pembelajaran bagi para sopir. Agar sebisa mungkin menolak job yang membahayakan.

Baca Juga: Pemotor Asal Trenggalek Tewas Usai Tabrak Bus di Tulungagung

"Ya saya tegaskan lagi, jangan mengangkut manusia dengan angkutan barang. Kejadiannya bisa fatal seperti ini," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.