Kamis, 18 Jun 2026 10:25 WIB

Pelunasan Biaya Haji Diperpanjang, Ini Penjelasan Kepala Kemenag Jombang

Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, Muhajir usai mengumpulkan kepala KUA di Kabupaten Jombang, untuk sosialisasi kepada calon jemaah haji.(Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, Muhajir usai mengumpulkan kepala KUA di Kabupaten Jombang, untuk sosialisasi kepada calon jemaah haji.(Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com -  Pembayaran pelunasan biaya calon jemaah haji (CJH) di Kabupaten Jombang, diperpanjang. Tak tanggung-tanggung, perpanjangan pelunasan biaya ke Tanah Suci itu diperpanjang hingga 3 kali.

Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, Muhajir menjelaskan saat ini ada perpanjangan pelunasan biaya haji, dan perpanjangan ini merupakan perpanjangan pelunasan ke 3 bagi CJH.

Baca Juga: Nabung Rp10 Ribu Sehari, Penjual Cilok Asal Pasuruan Akhirnya Berangkat Haji

"Sekarang ini perpanjangan pelunasan biaya jemaah haji yang ke 3. Diperpanjang nanti sampai tanggal 19 Mei, pukul tiga sore," ungkapnya, Senin (15/5/2023)

Ia mengatakan sebelumnya sudah dilakukan perpanjangan pelunasan biaya haji, terhitung sudah dua kali.

"Kalau yang awal dulu kan pelunasan itu sampai 5 Mei, kemudian akhirnya ada perpanjangan sampai tanggal 12 Mei, dan sekarang diperpanjang lagi sampai 13 Mei 2023," jelasnya.

Ia mengatakan data jemaah haji cadangan sekarang yang dilakukan perpanjangan pelunasan ada sekitar 236 orang.

"Di pelunasan yang pertama, cadangan kita ada 95 orang jemaah haji. Yang ke dua ada 41 orang jamaah haji, dan yang ke tiga ada 236 orang," paparnya.

Dengan adanya cadangan jemaah haji tersebut, secara otomatis kuota CJH asal Kabupaten Jombang, bertambah jumlahnya.

"Kuota haji kita, kalau kita lihat dari awal bertambah dari semula 1210, kemudian menjadi 1251 dan kemudian ada tambahan 236 orang maka menjadi 1487 jemaah," bebernya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Saat ditanya apakah yang menjadi alasan para CJH tidak melakukan pelunasan biaya haji ke Tanah Suci.

Ia mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan para kepala KUA, diketahui beberapa faktor penyebab CJH tidak melakukan pelunasan biaya haji.

"Ada banyak alasan, dan banyak faktor. Saat dikunjungi masing-masing kepala KUA ditemukan calon haji sudah wafat, dan pihak keluarga belum melaporkan ke kantor," katanya.

"Ada juga yang sakit permanen, jadi gak bisa berangkat, ada juga yang menunggu mahromnya. Ada yang karena menyusui, ada juga yang memang karena pembatalan ya karena kemarin ada pembatasan usia jadi mereka lebih memilih membatalkan dan ikut haji khusus atau umrah," sambungnya.

Ketika disinggung adakah alasan para CJH tidak melakukan pelunasan lantaran ongkos biaya haji naik. Ia menyebut kalau CJH yang beralasan tidak bisa melunasi pembayaran karena ongkos naik, jumlahnya tidak banyak.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Tidak banyak prosentasinya. Tapi ada, yang menyampaikan alasannya karena finansial tidak banyak jumlahnya. Yang paling banyak yang menulis mahromnya itu tadi, penggabungan suami istri, penggabungan orang tua anak, itu yang paling banyak," ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya mengaku bekerjasama dengan para kepala KUA di wilayah Kabupaten Jombang. Di mana nantinya para kepala KUA akan mendatangi para CJH dan akan melakukan komunikasi lebih lanjut.

"Hari ini kita mengundang seluruh kepala KUA se-Jombang. Kita kasih data CJH, dan kita siapkan suratnya agar teman-teman bisa segera berkunjung ke rumah jemaah yang diperpanjang pelunasan biaya hajinya. Dan kita sampaikan mereka (CJH) bisa melakukan pelunasan sampai tanggal 19 nanti," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menggandeng pihak imigrasi untuk membuka pelayanan paspor di kantor Kemenag Jombang. "Kita juga berkerjasama dengan Kanim (kantor imigrasi Kediri) agar nanti ada pelayanan pasporing di Kemenag Kabupaten Jombang," pungkasnya.

Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.