Sabtu, 06 Jun 2026 10:54 WIB

Nabung Rp10 Ribu Sehari, Penjual Cilok Asal Pasuruan Akhirnya Berangkat Haji

Jemaah Calon Haji asal Kota Pasuruan, Mislicha Kasib. (Foto: PPIH Embarkasi Surabaya for jatimnow.com)
Jemaah Calon Haji asal Kota Pasuruan, Mislicha Kasib. (Foto: PPIH Embarkasi Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Semangat luar biasa untuk menyempurnakan rukun Islam kelima ditunjukkan oleh Mislicha Kasib (85), seorang nenek asal Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Di usianya yang senja, ia menjadi salah satu jemaah calon haji tertua yang diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya pada musim haji tahun ini.

Kisah Mislicha (85) hadir bak oase menyejukkan, yang mengingatkan bahwa sebuah perjalanan mahapenting menuju Tanah Suci justru berawal dari langkah-langkah kecil yang konsisten dan tak pernah putus.

Baca Juga: Kabar Duka, Jemaah Haji Asal Probolinggo Wafat Usai Perawatan Intensif

Sehari-hari, Mislicha menyambung hidup dengan berjualan cilok keliling di sekitar tempat tinggalnya. Dari usaha sederhana tersebut, ia mengantongi penghasilan sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per hari.

Namun, keterbatasan ekonomi tak pernah menyurutkan niatnya. Dengan penuh ketekunan, Mislicha konsisten menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap harinya untuk ditabung.

"Sedikit-sedikit saya kumpulkan. Kalau tidak disiplin, tidak mungkin bisa berangkat," ujarnya.

Baca Juga: Tujuh Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Dilaporkan Wafat, Ini Daftar Lengkapnya

Ia juga memutar strategi dengan mengikuti arisan kampung guna menambah pundi-pundi biaya haji. Buah dari kesabaran itu mekar pada tahun 2017, ketika ia akhirnya mampu menyetorkan uang muka pendaftaran haji sebesar Rp25 juta.

Perjalanan hidup Mislicha memang sarat ketangguhan. Sepeninggal sang suami, ia harus membesarkan delapan orang anak seorang diri. Beban hidup yang berat rupanya justru menjadi penempa tekadnya untuk terus menabung demi bisa bertamu ke Baitullah.

Baca Juga: Capai 61 Persen, 26.931 JCH Embarkasi Surabaya Diberangkatkan ke Tanah Suci

Pada pelaksanaan ibadah haji 2026 ini, langkah Mislicha tidak sendiri. Ia didampingi putri bungsunya, Mariatul Kibtiyah (35), yang berhasil mendaftar pada 2020 melalui skema penggabungan mahram.

Kehadiran sang putri diharapkan menjadi penyokong fisik dan mental bagi Mislicha selama menjalankan rangkaian ibadah yang menuntut ketahanan fisik tersebut.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.