Nabung Rp10 Ribu Sehari, Penjual Cilok Asal Pasuruan Akhirnya Berangkat Haji
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 25 Apr 2026 11:08 WIB
jatimnow.com – Semangat luar biasa untuk menyempurnakan rukun Islam kelima ditunjukkan oleh Mislicha Kasib (85), seorang nenek asal Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Di usianya yang senja, ia menjadi salah satu jemaah calon haji tertua yang diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya pada musim haji tahun ini.
Kisah Mislicha (85) hadir bak oase menyejukkan, yang mengingatkan bahwa sebuah perjalanan mahapenting menuju Tanah Suci justru berawal dari langkah-langkah kecil yang konsisten dan tak pernah putus.
Baca Juga: Kabar Duka, Jemaah Haji Asal Probolinggo Wafat Usai Perawatan Intensif
Sehari-hari, Mislicha menyambung hidup dengan berjualan cilok keliling di sekitar tempat tinggalnya. Dari usaha sederhana tersebut, ia mengantongi penghasilan sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per hari.
Namun, keterbatasan ekonomi tak pernah menyurutkan niatnya. Dengan penuh ketekunan, Mislicha konsisten menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap harinya untuk ditabung.
"Sedikit-sedikit saya kumpulkan. Kalau tidak disiplin, tidak mungkin bisa berangkat," ujarnya.
Baca Juga: Tujuh Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Dilaporkan Wafat, Ini Daftar Lengkapnya
Ia juga memutar strategi dengan mengikuti arisan kampung guna menambah pundi-pundi biaya haji. Buah dari kesabaran itu mekar pada tahun 2017, ketika ia akhirnya mampu menyetorkan uang muka pendaftaran haji sebesar Rp25 juta.
Perjalanan hidup Mislicha memang sarat ketangguhan. Sepeninggal sang suami, ia harus membesarkan delapan orang anak seorang diri. Beban hidup yang berat rupanya justru menjadi penempa tekadnya untuk terus menabung demi bisa bertamu ke Baitullah.
Baca Juga: Capai 61 Persen, 26.931 JCH Embarkasi Surabaya Diberangkatkan ke Tanah Suci
Pada pelaksanaan ibadah haji 2026 ini, langkah Mislicha tidak sendiri. Ia didampingi putri bungsunya, Mariatul Kibtiyah (35), yang berhasil mendaftar pada 2020 melalui skema penggabungan mahram.
Kehadiran sang putri diharapkan menjadi penyokong fisik dan mental bagi Mislicha selama menjalankan rangkaian ibadah yang menuntut ketahanan fisik tersebut.
Editor : Dadang Kurnia