Rabu, 22 Jul 2026 17:40 WIB

Nabung Rp10 Ribu Sehari, Penjual Cilok Asal Pasuruan Akhirnya Berangkat Haji

Jemaah Calon Haji asal Kota Pasuruan, Mislicha Kasib. (Foto: PPIH Embarkasi Surabaya for jatimnow.com)
Jemaah Calon Haji asal Kota Pasuruan, Mislicha Kasib. (Foto: PPIH Embarkasi Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Semangat luar biasa untuk menyempurnakan rukun Islam kelima ditunjukkan oleh Mislicha Kasib (85), seorang nenek asal Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Di usianya yang senja, ia menjadi salah satu jemaah calon haji tertua yang diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya pada musim haji tahun ini.

Kisah Mislicha (85) hadir bak oase menyejukkan, yang mengingatkan bahwa sebuah perjalanan mahapenting menuju Tanah Suci justru berawal dari langkah-langkah kecil yang konsisten dan tak pernah putus.

Baca Juga: Inspiratif! Santri Jalanan Ini Raih Gelar Doktor dari Untag Surabaya

Sehari-hari, Mislicha menyambung hidup dengan berjualan cilok keliling di sekitar tempat tinggalnya. Dari usaha sederhana tersebut, ia mengantongi penghasilan sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per hari.

Namun, keterbatasan ekonomi tak pernah menyurutkan niatnya. Dengan penuh ketekunan, Mislicha konsisten menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap harinya untuk ditabung.

"Sedikit-sedikit saya kumpulkan. Kalau tidak disiplin, tidak mungkin bisa berangkat," ujarnya.

Baca Juga: Kabar Duka, Jemaah Haji Asal Probolinggo Wafat Usai Perawatan Intensif

Ia juga memutar strategi dengan mengikuti arisan kampung guna menambah pundi-pundi biaya haji. Buah dari kesabaran itu mekar pada tahun 2017, ketika ia akhirnya mampu menyetorkan uang muka pendaftaran haji sebesar Rp25 juta.

Perjalanan hidup Mislicha memang sarat ketangguhan. Sepeninggal sang suami, ia harus membesarkan delapan orang anak seorang diri. Beban hidup yang berat rupanya justru menjadi penempa tekadnya untuk terus menabung demi bisa bertamu ke Baitullah.

Baca Juga: Tujuh Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Dilaporkan Wafat, Ini Daftar Lengkapnya

Pada pelaksanaan ibadah haji 2026 ini, langkah Mislicha tidak sendiri. Ia didampingi putri bungsunya, Mariatul Kibtiyah (35), yang berhasil mendaftar pada 2020 melalui skema penggabungan mahram.

Kehadiran sang putri diharapkan menjadi penyokong fisik dan mental bagi Mislicha selama menjalankan rangkaian ibadah yang menuntut ketahanan fisik tersebut.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.