Senin, 08 Jun 2026 23:19 WIB

Mahasiswa UMM Suarakan Pentingnya Kesehatan Mental bagi Pendidikan

Seminar pentingnya kesehatan mental yang disuarakan mahasiswa PPG UMM. (Foto: Mahariska for jatimnow.com)
Seminar pentingnya kesehatan mental yang disuarakan mahasiswa PPG UMM. (Foto: Mahariska for jatimnow.com)

jatimnow.com - Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan angkatan satu Universitas Muhammadiyah Malang menyuarakan pentingnya kesehatan mental bagi peserta didik.

Ketua pelaksana, PPG prajabatan, Mahariska Anjar Palupi mengatakan kesehatan mental ini sangat penting bagi peserta didik demi optimalnya keberhasilan pendidikan khususnya sekolah dasar.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

"Kami ingin mengupayakan agar para orang tua memiliki kesadaran yang baik tentang pentingnya kesehatan mental peserta didik," kata Mahariska, Senin (15/5/2023).

Ia menambahkan, melalui optimalisasi kesadaran para orang tua terhadap kesehatan mental peserta didik ini sangat penting.

"Diharapkan orang tua dapat sepenuhnya sadar bahwa kesehatan mental peserta didik menjadi landasan utama dari berbagai keberhasilan pendidikan dan prestasi," ungkap Mahariska.

Seminar PPG prajabatan angkatan satu ini melibatkan Kepala SDN Sumbersari 2 Kota Malang, Endang Sulistiyawati dan psikolog dari UMM yakni Uun Zulfiana.

Selain seminar, dilakukan pula acara finger painting dan karya kolaborasi (Eco Pounding) bekerja sama dengan Muhammad Yusuf untuk meningkatkan kualitas hubungan dan komunikasi antara peserta didik dengan orang tua.

Baca Juga: Cegah Depresi Pelajar, Psikolog Desak Sekolah Rombak Total Sistem Well-being

Masih kata Mahariska, kesehatan mental juga untuk mempersiapkan kondisi terbaik anak sebagai peserta didik di sekolah dasar dan menekan angka gangguan kesehatan mental.

"Adanya upaya ini diharapkan kesehatan mental peserta didik nantinya akan menjadi perhatian juga dalam dunia pendidikan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas serta adanya peningkatan moralitas peserta didik," jelasnya.

Sementara itu, Uun Zulfiana menjelaskan, ada kenaikan jumlah anak mengalami gangguan kesehatan mental dari angka 12 juta menjadi 20 juta.

Baca Juga: Umsura Kukuhkan Guru Besar Keperawatan, Usung Konsep Holistik

"Dari 6,1 persen menjadi 9,8 persen penduduk Indonesia dengan usia dibawah 15 tahun mengalami gangguan kesehatan mental dan emosional. Sering terjadi pada anak dan remaja seperti, ADHD, Gangguan kecemasan, Gangguan perilaku bahkan bipolar disorder," jelasnya.

Menurut Uun, dalam kasus berkelanjutan didapati perilaku yang merugikan orang lain seperti Oppositional Defiant Disorder (ODD) kondisi ketika seorang anak menampilkan pola yang terus-menerus dari suasana hati yang marah atau mudah tersinggung.

"Perilaku menantang atau argumentatif dan balas dendam terhadap orang. Perilaku bullying, Conduct Disorder (CD) dimana ini merupakan gangguan perilaku dan emosi serius yang membuat anak menunjukkan perilaku kekerasan, suka merusak benda tertentu dan cenderung sulit mengikuti aturan di sekolah maupun di rumah," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.