Kamis, 23 Jul 2026 07:58 WIB

Umsura Kukuhkan Guru Besar Keperawatan, Usung Konsep Holistik

Prof Mundakir usai dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (30/4/2026). (Foto: Humas Umsura for jatimnow.com)
Prof Mundakir usai dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (30/4/2026). (Foto: Humas Umsura for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dunia medis Indonesia saat ini sedang terjebak dalam paradigma yang mereduksi pasien hanya sebagai objek biologis. Padahal, kesehatan mental remaja dan dukungan psikososial menjadi kunci utama penyembuhan yang sering terabaikan di balik meja administrasi rumah sakit.

Fenomena tersebut menjadi inti orasi ilmiah Prof. Dr. Mundakir, S.Kep, Ns, M.Kep saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: Kunjungi Umsura, Kepala BRIN Dorong Riset Jadi Produk

Di hadapan sivitas akademika di At-Tauhid Tower, Mundakir membongkar kegagalan sistem kesehatan yang lebih mendewakan efisiensi digital ketimbang keselamatan batin pasien.

Mundakir membeberkan fakta pahit. Kemajuan teknologi medis tak berbanding lurus dengan kesejahteraan mental. Mengutip data WHO 2025, satu dari enam anak muda dunia menderita kesepian kronis.

Di tanah air, angkanya mengerikan. Sekitar 61 persen remaja yang depresi terlintas pikiran mengakhiri hidup, namun hanya segelintir yang berani mencari bantuan profesional.

"Pasien menderita bukan cuma karena penyakitnya, tapi karena rasa tidak pasti dan minimnya dukungan selama perawatan," ujar Mundakir. Menurutnya, sistem saat ini gagal menjangkau mereka yang paling rentan.

Dilema ini semakin parah karena kondisi tenaga kesehatan yang kelelahan. Angka burnout perawat di Indonesia menyentuh 37,5 persen, tiga kali lipat dari rata-rata global.

Baca Juga: Umsura Buka Klinik Rawat Inap, Warga Bisa Akses Layanan Kesehatan

Mundakir menyoroti sistem informasi rumah sakit yang memaksa perawat lebih lama menatap layar komputer untuk input data daripada berinteraksi langsung dengan pasien.

Kesenjangan tersebut coba ia jembatani melalui kerangka kerja orisinal bernama KT-PSIKO (Knowledge Translation Psikososial). Inovasi ini memangkas waktu tunggu riset medis yang biasanya butuh belasan tahun agar bisa diterapkan langsung di bangsal perawatan.

Solusi yang ditawarkan Mundakir bertumpu pada tiga hal: budaya lokal, kekuatan keluarga, dan spiritualitas. Di Indonesia, kesembuhan bukan urusan personal semata.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

"Keluarga adalah sistem pendukung utama. Sakit juga sering dimaknai sebagai perjalanan spiritual. Ketenangan batin lewat doa atau zikir itulah yang memberikan harapan bagi pasien," urainya.

Sebagai langkah konkret, Guru Besar Umsura itu mendesak adanya perombakan kurikulum keperawatan dan penetapan standar prosedur operasional (SOP) psikososial di seluruh rumah sakit.

Ia ingin aspek humanistik tidak lagi menjadi tempelan, melainkan indikator utama mutu pelayanan kesehatan di masa depan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.