Selasa, 16 Jun 2026 02:34 WIB

Dispensasi Nikah di Lamongan pada April Capai 49 Pemohon

Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Sedikitnya ada 49 pemohon dispensasi nikah (Diska) pada April 2023 lalu di Kabupaten Lamongan. Mirisnya rata-rata pemohon masih duduk dibangku SMA sederajat.

"Selama bulan April 2023 kemarin, terdapat 49 pemohon dispensasi nikah, namun yang dikabulkan ada 37 pengajuan atau 75,51 persen," ujar Mazir, Panitera Muda Hukum PA Lamongan, Senin (8/5/2023).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Dari 49 permohonan, beber Mazir, 37 dikabulkan oleh hakim, sementara sisanya dicabut pemohon karena memutuskan untuk membatalkan pernikahan. Digolongkan olehnya, bahwa rata-rata pemohon adalah pelajar sekolah tingkat atas (SMA) yang berusia 16, 17 dan 18 tahun.

"Para pemohon ini beralasan bahwa calon pengantin yang belum memenuhi umur ini sudah bergaul lama sampai hamil sebelum menikah," ujarnya.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

Selain karena alasan hamil, pemohon diska juga karena permintaan orang tua yang ingin anaknya segera menikah karena menjalin hubungan asmara cukup lama.

"Tapi tidak semuanya, sebagian beralasan adanya desakan orang tua, karena anaknya sudah bergaul dengan lawan jenis cukup lama dan saling mencintai," terangnya.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Mazir menuturkan, perkara pengajuan dispensasi nikah dini ini harus dicarikan solusi sehingga tidak ada lagi nikah dini karena hamil duluan. Pasalnya, kasus pernikahan anak atau pernikahan dini di wilayah Lamongan ini terbilang masih sangat tinggi.

"Masyarakat harus tahu bahwa di daerahnya kasus pernikahan anak atau pernikahan dini ini masih sangat tinggi. Pada kasus kehamilan yang tidak diinginkan ditambah usia ibu hamil yang sangat muda berpotensi terjadi bayi lahir stunting," tuturnya.

Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.