Sabtu, 20 Jun 2026 20:34 WIB

Puluhan Perupa di Tulungagung Meriahkan Pameran Lukisan Mengeja Waktu

Salah satu pengunjung pameran melihat lukisan Orkes Tanam yang dipamerkan. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Salah satu pengunjung pameran melihat lukisan Orkes Tanam yang dipamerkan. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan perupa di Tulungagung mengikuti pameran lukisan bertajuk Mengeja Waktu, yang digelar oleh Organisasi Kesenian Tanpa Nama (Orkes Tanam). Pameran ini berlangsung di Taman Balai Budaya Tulungagung. Pameran lukisan tersebut menjadi bukti eksistensi Orkes Tanam, yang sudah berusia 10 tahun.

Ketua Orkes Tanam, Kakung Kurniawan mengatakan sebanyak 22 perupa terlibat dalam pameran ini. Dari jumlah tersebut 16 perupa merupakan anggota Orkes Tanam. Sedangkan lainnya merupakan perupa tamu yang berasal dari kalangan pelukis senior di Tulungagung. Mereka diundang ikut dalam pameran ini sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Ada enam perupa tamu, mereka semua merupakan senior, dan ini bentuk apresiasi kami terhadap kiprah mereka dalam seni rupa," ujarnya, Jumat (05/05/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Tema Mengeja Waktu sengaja dipilih untuk menjadi bahan renungan dan intropeksi diri para seniman. Tema tersebut juga menjadi otokritik bagi seniman terhadap sumbangsih mereka dalam berkesenian di Tulungagung. Selama 1 dasawarsa ini, Orkes Tanam mempertanyakan diri apa yang telah diperbuat dalam dunia seni rupa. "Secara basic kami lebih mengedepankan edukasi, untuk itu dalam pameran ini kami juga menggelar workshop melukis kaos sebagai bentuk edukasi," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Melalui pameran ini, Kakung berharap masyarakat akan mendapatkan edukasi terkait seni rupa. Selama ini pameran lukisan dianggap sebagai barang eksklusif bagi masyarakat umum. Akibatnya jumlah kunjungan pameran lukisan selalu minim. Padahal pameran yang dilakukan selama ini digelar secara gratis dan ketika masyarakat memberikan apresiasi maka itu menjadi sesuatu yang tak ternilai baginya. "Selama ini kan ada anggapan kalau pameran itu mahal, harus berbayar, ini siapa saja boleh melihat dan gratis, apresiasi dari masyarakat yang membuat perupa seperti kita ini bangga," pungkasnya.

Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.