Sabtu, 20 Jun 2026 08:54 WIB

Viral Pengamen di Tulungagung Marah dan Gedor Mobil Karena Tak Diberi Uang

Razia pengamen yang dilakukan petugas gabungan di Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Razia pengamen yang dilakukan petugas gabungan di Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Video berisi aksi seorang pengamen marah dan menggebrak mobil pengguna jalan di Tulungagung viral di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak sang pengamen yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans pendek menempelkan wajahnya pada kaca mobil, tepat di samping pengemudi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Diduga karena tidak diberi uang oleh pengemudi, pengamen tersebut terlihat kesal lalu berjalan ke arah belakang mobil sambil memukul bagian samping kanan mobil. Bahkan pengamen tadi berputar ke samping kiri mobil, dan lagi-lagi memukul bodi mobil.

Setelah video itu viral, tim gabungan Satpol PP, Polri, TNI dan Dinas Sosial Tulungagung melakukan razia terhadap pengamen yang biasa mangkal di sejumlah persimpangan lampu merah.

Dalam razia ini, tim gabungan berhasil mengamankan tiga pengamen yang berasal dari luar Tulungagung. Mereka memilih mengamen di sini karena banyak mendapatkan uang dibanding daerah lain.

"Mayoritas berasal dari luar daerah, bukan asli Tulungagung," terang Kabid Trantibum Satpol PP Tulungagung, Agung Setyo Widodo, Kamis (4/5/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Menurut Agung, pihaknya sering melakukan razia. Hal ini merupakan bentuk respon atas laporan masyarakat yang merasa kurang nyaman dengan adanya pengamen yang bertindak sesuka hati jika tidak diberi uang.

"Kita juga masih melakukan pencarian terhadap oknum pengamen yang viral di media sosial tersebut," tuturnya.

Salah seorang pengamen yang terjaring razia, Suwito (48) mengaku sudah satu tahun beroperasi di wilayah Tulungagung. Warga Kediri ini mengaku bisa mendapatkan uang hingga Rp200 ribu setiap harinya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pendapatan itu meningkat dua kali lipat selama bulan ramadan dan lebaran ini. Pria ini sebelumnya merupakan petani itu memilih meninggalkan pekerjaanya untuk mengamen karena mendapatkan uang yang lebih banyak.

"Di Tulungagung banyak orang yang mengasih uang dibanding dengan daerah lain," ungkap dia.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.