Kamis, 18 Jun 2026 07:22 WIB

Ratusan Nahdliyin Desak PBNU Rekom Kader Sendiri di Pilpres 2024

Ratusan warga NU gelar aksi di depan kantor PWNU Jatim (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ratusan warga NU gelar aksi di depan kantor PWNU Jatim (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan massa nahdliyin yang tergabung dalam Komunitas Nusa Bangsa melakukan aksi di depan Kantor PWNU Jawa Timur (Jatim), Kamis (4/5/2023).

Dalam aksinya, ratusan massa mendesak kepada PWNU untuk mengusulkan kader NU ikut ambil bagian pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Pembina Komunitas Nusa Bangsa, KH Iskandar Zulkarnaen melarang adanya pengurus NU yang menjual nama NU untuk memaksakan seorang tokoh menjadi kadernya. Sehingga tokoh tersebut mendapatkan label NU untuk bisa berkontestasi di gelanggang Pilpres 2024.

"Kami ingin menyampaikan ke pengurus NU. Jangan sampai ada oknum jual NU dan agama," ujarnya.

Kiai Iskandar menginginkan agar ada kader asli NU yang ikut dalam Pilpres nanti.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

"Jangan sampai yang naturalisasi atau pendatang. Itu bahaya," tegasnya.

Dia pun sempat menyinggung nama kader NU yang dianggap kompeten. Diantaranya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf hingga Gubes Uinsa Ali Maschan Moesa.

Tak sampai di situ, Kiai Iskandar turut menyinggung manuver politik Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, yang memunculkan nama Ketua PSSI Erich Tohir dan Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca Juga: Sederet Kiai Sepuh PBNU Temui Rais Aam Bahas Percepatan Muktamar ke-35

"Jangan sampai ada tokoh sepak bola yang mengatur NU dan Banser," tegasnya dalam orasi.

"Jangan sampai Indonesia dipimpin orang punya modal. Indonesia bukan pasar modal," tegas dia. negara itu akan suskes dipimpin negarawan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.