Senin, 22 Jun 2026 11:37 WIB

Minimalisir Kecurangan Kompetisi Bridge, Alumnus Ubaya Ciptakan Alat Monitoring Otomatis

Foto: Elen for jatimnow.com
Foto: Elen for jatimnow.com

jatimnow.com - Alumnus Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), Irzal Zaini, membuat prototipe alat untuk memantau jalannya kompetisi bridge secara otomatis. Inovasi ini bertujuan untuk meminimalisir adanya kecurangan oleh pemain.

Pembuatan inovasi ini dilatarbelakangi oleh pengalaman Irzal mengikuti perlombaan bridge. Saat itu, ia melihat ada technical director yang harus mengelilingi tiap meja pemain untuk memantau adanya kecurangan.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

“Umumnya kalau permainan bridge di Indonesia, hanya ada satu technical director. Hal ini membuat boros tenaga dan tidak bisa memantau keseluruhan meja pemain secara maksimal. Saya bersama dosen pembimbing skripsi saya, Susilo Wibowo, S.T., M.Eng., ingin meminimalisir permasalahan ini,” ungkap Irzal, Minggu (30/4/2023).

Salah satu kecurangan yang biasanya terjadi adalah pemain mengulur waktu saat melempar kartu. Irzal bersama Susilo akhirnya membuat alat yang bisa mendeteksi lamanya pemain melakukan lemparan kartu. Alat ini diintegrasikan dengan sistem QR code.

Kode barcode ditempel di tiap kartu. Sebelum bidding (melempar kartu), pemain dapat scan barcode menggunakan scanner pada kartu yang ingin dimainkan.

Pada alat ini, terdapat empat alat scanner yang terbagi menjadi north, south, west, dan east (utara, selatan, barat, timur) sesuai posisi duduk pemain. Setelah scan, akan muncul data delay waktu. Data ini menunjukkan berapa lama seseorang melakukan scan kartu dari pemain sebelumnya.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

“Data ini akan muncul di aplikasi yang ada di ponsel technical director yang dibuat sebagai acuan menentukan skor. Dengan begitu, technical director tidak perlu keliling lagi. Cukup pantau di satu tempat sudah bisa dapat data otomatis dan lebih akurat,” jelas lulusan SMAN 5 Surabaya.

Irzal mengungkapkan, pembuatan inovasi ini membutuhkan waktu selama kurang lebih satu tahun. Pembuatan programnya sendiri membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Kemudian, ia harus membuat aplikasi yang bisa diakses di ponsel.

“Tantangan terbesarnya adalah menyusun coding yang membuat barcode dapat terkirim ke database. Saya mengusahakan cara kerjanya dengan membaca banyak buku,” ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Ia berharap, prototipe ini dapat dikembangkan dengan didukung dengan teknologi yang lebih canggih dan diimplementasikan pada kompetisi bridge sesungguhnya.

“Kedepannya, prototipe ini bisa dikembangkan menggunakan teknologi yang lebih canggih, seperti image processing. Sehingga, kompetisi bridge bisa berjalan dengan lebih efektif menggunakan teknologi,” pungkas Irzal.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.