Rabu, 17 Jun 2026 00:37 WIB

Libur Lebaran 2023

Duh... Sampah Berserakan di Sekitar Pelabuhan Muncar Banyuwangi

Sampah berserakan di salah satu titik di Pelabuhan Muncar Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Sampah berserakan di salah satu titik di Pelabuhan Muncar Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sampah berserakan di sekitar Pelabuhan Muncar Banyuwangi saat libur lebaran Idul Fitri 2023. Sampah plastik bekas makanan dan minuman tampak memenuhi pelabuhan ikan itu.

Tak hanya di satu titik, sampah berserakan terlihat bersanding bersama wisatawan di sejumlah titik. Paling banyak di titik di mana wisatawan menghabiskan waktu berlebaran di pelabuhan ikan terbesar di Indonesia itu.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Diketahui, pelabuhan ini menjadi jujugan sebagian wisatawan yang berkunjung ke wilayah Muncar. Mereka sekedar melihat pemandangan ratusan perahu sandar ataupun menikmati semilir angin pantai.

Namun banyaknya sampah membuat sebagian pengunjung gusar. Alih-alih berwisata, mereka justru disuguhi pemandangan tak sedap dibalik keindahan panorama yang ditawarkan.

"Tempatnya sebenarnya nyaman, hanya saja di beberapa titik ada sampah berserakan," ujar Yuli Widastuti (32), wisatawan asal Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu kepada jatimnow.com, Kamis (27/4/2023).

Yuli turut menyayangkan kondisi tersebut. Padahal, Pelabuhan Muncar bisa menjadi alternatif wisata yang murah meriah di wilayah Muncar.

"Ini untuk masuknya saja tidak ditarik biaya. Di dalam juga bisa jajan, karena banyak pedagang. Sayang jika kotor karena banyak sampah," terang dia.

Baca Juga: Selama Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan di Tulungagung Meningkat 16 Persen

Persoalan sampah di area Pelabuhan Muncar sudah menjadi masalah tahunan. Bahkan di utara pelabuhan itu, ada sampah menumpuk.

"Sudah pernah diupayakan untuk dibersihkan oleh masyarakat, pemdes sampai provinsi," ungkap Sudomo, Pengurus Pokmas Sejahtera, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Hanya saja, lanjut dia, upaya pembersihan hanya dilakukan dengan mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di satu titik. Namun, sampah yang tidak dikumpulkan itu tidak segera ditangani.

Baca Juga: Wisata Sumber Banteng, Destinasi Air Favorit di Kota Kediri Saat Libur Lebaran

"Akibatnya, tersapu ombak dan kembali ke laut. Kemudian, mengotori pantai di sekitarnya," imbuhnya.

Menurut Sudomo, perlu adanya sinergitas dan kerja sama yang baik dalam menangani permasalahan sampah di area tersebut.

"Masyarakat, pemdes, kecamatan, kabupaten, bahkan sampai di tingkat provinsi perlu bekerja sama. Jangan sampai permasalahan sampah ini terjadi sampai berlarut-larut dan membuat pengunjung jadi tidak nyaman," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.