Sabtu, 20 Jun 2026 02:00 WIB

Catat Lur! HKB Lamongan Hadirkan Hiburan Rakyat, Agendanya Panjang

Elemen Pemkab Lamongan saat memperingati HKB secara simbolis dengan memukul kentongan. (Foto: BPBD Lamongan for jatimnow.com)
Elemen Pemkab Lamongan saat memperingati HKB secara simbolis dengan memukul kentongan. (Foto: BPBD Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Guna memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2023, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membuat seruan untuk membunyikan kentongan atau sirine tanda bahaya.

HKB jatuh setiap 26 April yang juga bertepatan dengan suasana Lebaran ini digalakkan untuk mengedukasi dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan potensi bencana, khususnya saat menikmati libur Lebaran.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Secara simbolis memang dengan seruan membunyikan kentongan atau sirine. Kami mengajak untuk membunyikan suara tanda bahaya serentak," ungkap Kepala BPBD Lamongan, Dianto, Rabu (26/4/2023).

Namun demikian, puncak acara HKB akan diundur pada 10-11 Mei mendatang. Alasannya saat ini memasuki libur Lebaran, di mana pemerintah pusat menginstruksikan penundaan kegiatan selama libur Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Acara puncak HKB digeser 10-11 Mei. Ada beberapa agenda seperti serasehan kebencanaan, simulasi kebencanaan baik oleh desa, sekolah, tempat ibadah, pasar maupun pusat kesehatan," bebernya.

Lebih jauh, Dianto berharap jika HKB bisa dimaknai secara seksama oleh masyarakat, khususnya di kawasan potensi bencana. Sejalan dengan itu, pihaknya juga akan terus mendorong lebih banyak terciptanya desa tangguh bencana (Destana) di Lamongan.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Termasuk nanti puncak acara ini peringatannya di Kecamatan Karangbinangun yang ditutup dengan pertunjukan seni hiburan rakyat yang mengulas kesiapsiagaan menghadapi bencana,"pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.