Sabtu, 20 Jun 2026 03:26 WIB

3 Bocah Banyuwangi Tewas Tenggelam, Kades Minta Bekas Galian Ditutup

Kolam galian C yang menewaskan tiga bocah perempuan di Banyuwangi. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Kolam galian C yang menewaskan tiga bocah perempuan di Banyuwangi. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kepala Desa Genteng Wetan, H Sukri meminta galian C yang ada di dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, di Banyuwani ditutup. Permintaan itu buntut kematian tiga warganya yang tewas di kolam galian C, Senin (17/04/2023) sore.

"Ya meminta untuk ditutup (galian C) kalau bisa. Harapan saya ditutup," ujarnya kepada jatimnow.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sukri meminta kepada pemilik tambang segera menutup kolam bekas galian, lantaran terlalu membahayakan. Jika tidak, menurutnya bisa dimungkinan peristiwa serupa akan terulang kembali.

"Di situ masih banyak lubang-lubang (kolam bekas galian) yang memiliki kedalaman. Saya minta kepada pemilik untuk segera menutupnya. Jika tidak segera ditutup, tak menutup kemungkinan akan terjadi kejadian serupa," ucapnya.

Kades Sukri juga meminta operasional tambang ditutup untuk sementara waktu. Kendati tak memiliki kuasa menutup galian C, pihaknya berharap operasional tambang ditutup selamanya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Selain itu, Sukri meminta pemilik tambang bertanggung jawab atas kematian tiga warganya. Termasuk memberikan santunan kematian kepada keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, Imam Muslih pemilik tambang, menyatakan berjanji memenuhi permintaan keluarga ketiga korban. Pihaknya juga berjanji menghadapi konsekuensi hukum atas tewasnya ketiga bocah itu.

"Ya kalau memang dilanjut (proses hukum) kita jalani saja. Kita ikuti prosedur hukum yang ada," terangnya.

Baca Juga: Selfie Berujung Maut, 3 Bocah Perempuan Tewas Tenggelam di Waduk Lamongan

Sementara itu, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan atas tewasnya ketiga korban, dengan memasang polisi di TKP.

"Masih lidik dan sudah kita pasangi garis polisi di TKP. Kita sudah memeriksa beberapa saksi dan akan memanggil pemilik tambang," ujar Kapolsek Sempu AKP Karyadi.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.