Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Mengintip Kesiapan Jalur Keluar-Masuk Kota Batu Sambut Pemudik dan Wisatawan

Pengecekan jalan untuk kenyamanan pemudik dan wisatawan di Kota Batu (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Pengecekan jalan untuk kenyamanan pemudik dan wisatawan di Kota Batu (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jalur keluar masuk Kota Batu terus dimaksimalkan kesiapannya demi keamanan dan kenyamanan para pemudik Lebaran 2023 maupun wisatawan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu kini melakukan optimalisasi sejumlah jalur-jalur alternatif, hingga menyentuh 95 persen.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Tapi tersisa sejumlah lubang baru yang tersebar di sejumlah titik ruas jalan. Untuk menutup itu, kami melaksanakan Operasi Ketupat yang memiliki kepanjangan Kegiatan Tutup Lubang Jalan dengan Cepat," ungkap Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, Minggu (16/4/2023).

Menurut Alfi, monitoring di ruas-ruas jalan alternatif juga terus dilakukan. Total ada 9 ruas yang dipantau. Hal ini sebagai wujud kesiapan dan meminimalisir kemacetan, sebab ada prediksi 1 juta wisatawan akan melintas dan menghabiskan waktu di Kota Batu selama periode libur lebaran 2023 nanti.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

"Makanya kesiapan ini cukup penting demi kenyamanan mereka. Nah target kami sebelum lebaran seluruh ruas jalan di Kota Batu nyaman, aman, dan tak berlubang," tegasnya.

Alfi mencontohkan kesiapan yang sudah dilakukan seperti jalur Simpang Pendem, jalur via Karangploso, jalur via Payung dan Klemuk hingga jalur via Simpang Lima Junrejo.

Baca Juga: Pemkab Probolinggo Tindak Tegas Wisatawan Bromo Tanpa Tiket Online

"Harapan kami dengan jalan yang baik tidak hanya kenyamanan tapi bisa memperlancar produktivitas masyarakat dan memacu perekonomian," tukasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.