Jumat, 19 Jun 2026 04:28 WIB

Dua Kelompok Group Patrol Tawuran di Jombang, Pemicunya Sepele Banget

Dua masa group patrol saat terlibat tawuran di depan SPBU Desa Bandung, Kecamatan Diwek. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Dua masa group patrol saat terlibat tawuran di depan SPBU Desa Bandung, Kecamatan Diwek. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketenangan warga Dusun Sugihwaras, Desa Bandung, Kecamatan Diwek Jombang terganggu jelang makan sahur. Pemicunya adalah tawuran antarkelompok grup patrol, Minggu (16/4/2023) dini hari.

Dua kelompok grup patrol yang masing-masing beranggotakan puluhan orang itu terlibat baku hantam. Akibatnya warga sekitar merasa terusik dengan kegaduhan yang ditimbulkan hal sepele.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Diterangkan Khoirussoleh (44), warga setempat yang menceritakan peristiwa tawuran antargroup patrol sound sistem ini pada pukul 03.00 WIB.

Ia mengaku awalnya, masa group patrol sound sistem ini datang dari arah berlawanan, atau dari arah Diwek menuju Jogoroto. Sementara group patrol lainnya datang dari arah sebaliknya.

"Patrol sound sistem datang dari arah berlawanan barat ke timur, timur ke barat, terjadi senggolan, akhirnya tawuran," ungkapnya.

Padahal, sambung Khoirussoleh, niat mereka patrol itu untuk membangunkan masyarakat agar makan sahur. Namun, kenyataannya patrol justru jadi ajang baku hantam.

"Sebetulnya patrol ini untuk membangunkan orang sahur dan meramaikan suasana Ramadan, kok malah baku hantam," jelasnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Ia mengaku akibat tawuran tersebut, jalan raya dari arah Diwek menuju ke Jogoroto sempat tertutup, lantaran dipenuhi masa group patrol yang baku hantam.

Hal ini membuat warga sekitar resah, karena wilayahnya jadi ajang baku pukul.

"Iya sempat menutup jalan. Dan ini yang tertinggal sandal anak-anak yang tawuran. Yang jelas, kami merasa terganggu, karena di sini sering ada (tawuran). Dan kejadian tadi tidak ada anggota kepolisian," paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Anang Fauzi membenarkan tawuran tersebut. Bahkan ia mengaku sudah dua kali mendengar adanya tawuran selama bulan Ramadan tahun ini.

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

"Saya tahu dari grup perangkat (desa). Nah, selama bulan Ramadan ini, sudah dua kali terjadi tawuran di depan SPBU," katanya.

Namun demikian, ia belum tahu warga mana yang terlibat tawuran di depan SPBU tersebut.

Untuk mengantisipasi agar tawuran tidak terjadi lagi, pihaknya akan berkoordinasi dengan polsek setempat, guna mencegah aksi serupa.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.