Senin, 22 Jun 2026 14:32 WIB

Sidak Mamin Jelang Lebaran di Kota Mojokerto, Temukan Kemasan Rusak

Plt Kadinkes dr Farida Mariana saat mengecek makanan dan minuman (Mamin). (Foto-foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Plt Kadinkes dr Farida Mariana saat mengecek makanan dan minuman (Mamin). (Foto-foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Inspeksi mendadak makanan dan minuman (Mamin) dilakukan oleh Dinkes Mojokerto, Diskopukmperindag, Satpol PP, Polres Mojokerto Kota, TNI, DPRD di Pasar Tanjung dan Supermarket Sanrio.

Sidak dipimpin oleh Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo didampingi oleh Plt Kadinkes dr Farida Mariana, Kadiskopukmperindag Ani Wijaya, Kapolsek Magersari Kompol Roy Aquary Prawirosastro.

Baca Juga: Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

"Sidak dilakukan untuk ketersediaan pangan, apakah stok pangan selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri nanti cukup apa tidak," kata Sekda Kota Gaguk Tri Prasetyo, Rabu (12/4/2023).

Menurut mantan Kadis Kominfo Kota Mojokerto ini, sidak ini dilakukan secara serentak di 15 titik dengan beberapa tim gabungan.

"Kami juga mengecek harga beras, minyak goreng, bawang merah, putih hasilnya harganya stabil dan satu saja yang naik yakni daging ayam naik Rp1000 yang lain stabil," bebernya.

Sementara di Supermarket Sanrio, tim gabungan menemukan beberapa makanan dan minuman yang kemasan penyok serta sudah mendekati masa kedaluarsa.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Jadi yang kita temukan ada kemasannya penyok dan tidak boleh di display lagi. Kayak ada minuman jeruk itu harus ditarik dari peredaran," ungkap Farida.

Farida menambahkan, pihaknya juga sempat membongkar parsel namun masih relatif aman karena belum masuk kadaluwarsa.

"Untuk minuman yang kemasan rusak itu kita langsung suruh ambil dan tidak boleh display. Ada juga makanan sampling frozen food dan akan kita sampel dan akan dicek di laboratorium," jelasnya.

Sampel yang diambil dari Pasar Tanjung, lanjut dr Farida, ada ikan asin, teri, udang, pindang, kerang semua itu dibawa ke laboratorium.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Di sini ada juga tim kami yang bekerja nanti hasilnya setelah keluar. Harapannya, agar semua barang yang diberikan atau dijual ke masyarakat barang yang aman. Artinya tidak mengandung bahan yang tidak rusak dan tidak masuk masa ekspired," tuturnya.

Farida mengimbau kepada masyarakat, agar tidak membeli barang-barang yang kemasannya sudah penyok atau rusak.

"Kita ketemukan bahan makanan yang ED (ekspired), kalau kita sarankan semua harus cek dan ricek sebelum membeli. Semua harus dicek, kalau barang impor ada izin edar, BPOM, halal dan ekspirednya juga ada. Kalau kemasan rusak ya jangan dibeli," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.