Minggu, 14 Jun 2026 11:06 WIB

Nenek di Jombang Hidup Sebatang Kara Bersama Ayam

Sarmi (86) warga Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Sarmi (86) warga Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sungguh memilukan, seorang nenek-nenek usia 86 tahun hidup sebatang kara, di daerah hutan Gedangan, yang ada di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Di sebuah gubuk reyot, ukuran 3 X 4 meter yang nyaris roboh, nenek Sarmi (86) tinggal sendirian bercampur dengan ayam peliharaannya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Hidup Mbah Sarmi tergolong miris. Setiap hari ia kesulitan untuk makan. Bahkan, ia harus rela makan singkong yang ada di sekitar gubuk tempat tinggalnya.

Pada saat bulan Ramadan seperti ini, Mbah Sarmi tak lagi mampu menjalankan ibadah puasa lantaran sudah sering sakit-sakitan.

"Tinggal sendirian, nggak puasa karena sudah tua, sering sakit-sakitan," ungkapnya, Selasa (11/4/2023).

Meski hidup penuh dengan keterbatasan, dan ditinggal suami yang telah lama meninggal dunia, Mbah Sarmi tetap menjalani hidup dengan tabah.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Sementara anak semata wayangnya, sudah hidup berkeluarga jauh di perantauan yang ada di Nusa Tenggara Timur.

"Sudah lama, bapaknya (suami) sudah meninggal. Anak saya satu, tinggal di NTT," terangnya.

Di kehidupan tuanya yang seorang diri ini, dirasakan Sarmi sejak sang suami meninggal. Kondisi fisik dengan badan yang sakit-sakitan, tidak bisa memaksanya untuk mencari nafkah sendiri.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Sebelumnya, Mbah Sarmi adalah seorang buruh tani dan pekerja serabutan. Terkadang bila tak ada makanan dirinya terpaksa memakan singkong.

"Dulu nyari sisa-sisa panenan, kalau gak gitu jual ayam 1 buat makan. Sekarang gak puasa, tapi ya belum makan. Makannya nanti sore, kalau ada, kalau gak ada ya makan singkong," pungkasnya.

Sungguh ironis memang, kehidupan yang dijalani Mbah Sarmi. Ia tinggal sebatang kara di gubuk reyot yang dibangun di atas tanah milik perhutani.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.