Rabu, 17 Jun 2026 20:13 WIB

2800 Santri Tebuireng Mudik Bareng, Selama di Rumah Ingat Pesan Gus Kikin Ini

Ribuan santri dan santriwati mudik ke daerah rumah masing-masing.(Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Ribuan santri dan santriwati mudik ke daerah rumah masing-masing.(Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - 2800 santri dan santriwati dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang mudik pada hari Senin (10/4/2023) pagi. Para santri ini akan diantarkan menuju daerah tempat tinggal masing-masing menggunakan 47 bus yang disiapkan pihak pengasuh pondok pesantren.

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin selaku pengasuh pondok pesantren Tebuireng Jombang menjelaskan, pada hari ini, ada sekitar 2800 santri dan santriwati yang mudik Lebaran ke rumah masing-masing santri dan santriwati.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

"Hari ini bersama-sama mudik ada sekitar 2.800, jadi hampir separuh dari jumlah total seluruh santri, 5.300," ungkapnya, pada sejumlah jurnalis di are parkiran makam Gus Dur.

Ia mengatakan untuk para santri yang mudik ini kebanyakan santri yang tempat tinggalnya ada di luar wilayah Jombang.

"Kota-kota yang terdekat dengan sini, tidak ikut mudik bareng. Karena ini yang mudik bareng yang jarak jauh, dengan menggunakan 47 bus," jelasnya.

Ia menyebut para santri akan kembali lagi ke Pondok Pesantren Tebuireng, sekitar satu bulan kedepan. Untuk itu, pihak pengasuh pondok berpesan agar santri ini dapat berprilaku layaknya berada di pondok pesantren.

"Mereka akan balik lagi ke sini pada tanggal 5 Mei. Maka dari itu kita berpesan. Bahwa mereka ini santri Tebuireng, di rumah pun harus bersikap sebagai santri, jadi di rumah harus taat pada orang tuanya, sebagaimana seharusnya seorang santri," paparnya.

Gus Kikin mengimbau pada para wali santri agar tidak perlu khawatir, karena bus yang mengangkut para santri ini sudah memiliki jalur masing-masing, sesuai dengan titik yang akan dituju.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

"Masing-masing bus sudah ada rutenya. Setiap kota itu ada tempat tertentu dimana orang tua akan menunggu di situ. Jadi yang di Surabaya ada dimana, di Jakarta ada dimana, di Jawa Tengah juga sudah ada tempat tertentu," jelasnya.

"Selain itu dalam setiap bus ada juga pendamping, pembina santri, yang akan komunikasi dengan orang tuanya (santri), sehingga mudah. Dan orang tua akan ngikuti, jam berapa akan nyampe tujuan masing-masing bus. Dan setiap kota berbeda-beda tujuannya," sambung Gus Kikin.

Sementara itu, Zian Novita Az Zahra, santriwati asal Kabupaten Gresik mengaku senang dengan mudik bareng naik bus.

Baca Juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

"Lebih enak mudik bareng, karena bareng sama teman di pondok, dari pada dijemput," katanya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa saat ini bulan Ramadan, tentu akan kasihan bila orang tua masing-masing santri menjemput di pondok pesantren.

"Ya kasihan kalau jemput ke sini, soalnya ini kan puasa. Tapi yang jelas ini seru banget mudik bareng sama teman-teman pondok naik bus," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.