Rabu, 17 Jun 2026 23:10 WIB

OPK Lamongan Sampaikan Penolakan RUU Kesehatan ke DPR RI

Anggota DPR RI Dapil X, Prof Zainudin Amali saat menyerap aspirasi OPK di Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Anggota DPR RI Dapil X, Prof Zainudin Amali saat menyerap aspirasi OPK di Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Organisasi Profesi Kesehatan (OPK) Lamongan menolah RRU Kesehatan dan menyampaikan aspirasinya terkait ke DPR RI.

Aspirasi dan penolakan RUU Kesehatan tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPR RI Dapil X dari Fraksi PAN, Prof Zainudin Amali.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Perwakilan OPK Lamongan, Budi Himawan menyampaikan, dalam RUU Kesehatan itu memangkas dan menghilangkan banyak poin dari undang-undang sebelumnya, di mana ada pelemahan dan pembubaran OPK.

"Selain itu juga pelonggaran izin kerja asing dan pengusaha asing yang berdampak pada keberlangsungan hajat hidup insan kesehatan di daerah-daerah," ungkap Budi yang juga Ketua IDI Lamongan tersebut, Jumat (7/4/2023).

Budi menyampikan, dalam RUU Kesehatan, seluruh prosedurnya dianggap cacat hukum karena proses pengusulan dan pembahasnya dilakukan secara terburu-buru.

"Alasan penolakan, RUU berisi saling kontradiktif, diskriminatif, dan tidak selaras dengan naskah akademiknya. Lebih lanjut dalam rancangan RUUK tidak melibatkan partisipasi masyarakat. Kami mengusulkan untuk diadakannya kajian lebih lanjut dan mendalam sampai pembahasan tingkat dua hingga pada pengesahannya," bebernya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Budi juga menyebut bahwa aspirasi pada bidang kesehatan harusnya ada perlindungan hukum, yang mana hingga saat ini belum ada poin ataupun wacana perlindungan yang jelas.

"Nyatanya di bawah insan kesehatan itu pro kontra, karena dalam RUU Kesehatan itu hanya difahami sebagian saja, sehingga poin yang krusial tidak dimengerti secara keseluruhan. Maka ada potensi perpecahan ke depannya," lanjut dia.

Sementara anggota Komisi X DPR RI Prof Zainudin Amali menyampikan bahwa gejolak ini bermula dari draf liar yang beredar luas ke masyarakat. Dari situlah, Komisi X telah mengambil sikap dengan membuat draf baru.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Di draf baru tersebut, kami lebih mempertimbangkan sejumlah aspek dan meluangkan waktu untuk menerima banyak aspirasi. Sekarang, Draf tersebut sudah diserahkan ke oleh Bamus untuk menentukan siapa yang membahas. Karena bisa komisi bisa baleg," pungkas tokoh yang juga menjadi anggota Badan Legislasi (Baleg) tersebut.

6 profesi kesehatan di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.