Jumat, 19 Jun 2026 11:38 WIB

Petani di Banyuwangi Rugi Puluhan Juta karena Jeruknya Dipanen Maling

Tanaman jeruk Nurhadi (50) yang dibabat habis maling. (Foto-foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Tanaman jeruk Nurhadi (50) yang dibabat habis maling. (Foto-foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan petani jeruk di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, mengaku sedih jeruknya dibabat habis maling jelang masa panen. Kondisi itu membuat petani jeruk merugi hingga puluhan juta rupiah.

Padahal, mereka tinggal menunggu masa panen dan menikmati untung setelah satu tahun lebih menunggu hasil. Tetapi harus gigit jari usai tanamannya dipreteli maling.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Nurhadi (50), petani setempat, tak kuasa menahan tangis saat tanaman jeruknya di lahan seluas hampir 1 hektare dibabat habis maling. Hampir 2 ton, total jeruk miliknya yang hilang.

"Cuma sisakan yang pentil (ukuran kecil) mas. Habis semua dikukuti sama maling. Ya Allah, padahal mau saya tuai panennya buat hari raya ini. Kok tega ya," ungkapnya kepada jatimnow.com, Jumat (7/4/2023).

Nurhadi tak habis pikir bagaimana bisa maling membabat habis jeruk miliknya. Padahal, sawah miliknya dikelilingi pagar setinggi dua meter. Kawanan maling beraksi pada malam hari.

"Itu dirusak pintu masuknya. Tapi dibiarkan tertutup saat beraksi jadi gak kelihatan dari luar. Padahal dekat jalan, lampunya juga terang pas malam, kalau dibuka pintunya pasti kelihatan," ujarnya.

Nurhadi mengatakan, beberapa sisa karung pembungkus diduga milik pencuri ada yang tertinggal. Diduga, jeruknya dipreteli lalu dibungkus karung untuk menyamarkan aksinya.

"Modelnya seperti karung bawang kita sebutnya waring. Kalau diisi jeruk muat banyak," tambahnya.

Bila ditotal, Nurhadi mengaku menelan kerugian hampir Rp20 juta. Jumlah itu diperoleh dari kisaran harga jeruk diangka Rp9.000 dan Rp12.000, tergantung jenis.

Jeruk yang tersisa setelah dijarah maling.Jeruk yang tersisa setelah dijarah maling.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Nasib serupa turut dialami Edi Suliyono (54), rekan Nurhadi, hampir 4,5 kuintal jeruk miliknya turut dibabat habis pencuri. Mayoritas, jeruk peras yang akan dipanen untuk Ramadan dilibas tak bersisa.

"Itu mau saya petik untuk Ramadan. Belum sampai dipanen dihabisi semua," ujarnya.

Beda dengan Nurhadi yang kehilangan jejak, Edi mengaku sempat memergoki kendaraan bermotor melintas di areal persawahan tengah malam. Lengkap dengan tas obrok dari anyaman bambu.

"Curiga lalu saya hentikan. Terus ada jeruk di dalamnya. Saya minta turunkan isinya tak lepas orangnya. Ternyata saya cek ke sawah punya saya sudah dikukuti," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, lebih dari 10 petani di Desa Kedungringin mengaku kehilangan tanaman jeruk dengan jumlah berbeda. Mulai dari 5 kuintal sampai dengan 2 ton lebih.

Baca Juga: Ajak Pesta Miras Petugas Jaga, Pemuda di Tulungagung Bobol Kantor Disbudpar

Terpisah, Polsek Cluring sempat mengamankan satu orang pelaku terduga pencuri jeruk yang tertangkap basah warga di Dusun Sumberwaru, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, pada awal April lalu.

Ada dugaan, pelaku yang tertangkap itu juga menjalankan aksinya di Kecamatan Muncar dan beraksi lebih dari satu orang. Namun, saat ini polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan.

"Masih pengembangan. Nanti kita sampaikan update terbarunya," ujar Kapolsek Cluring AKP Eko Darmawan.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.