Minggu, 14 Jun 2026 19:53 WIB

Meriahkan Agustusan, Warga Malang Pasang Bendera Raksasa di Kampung

  • Penulis :
  • | Kamis, 16 Agu 2018 12:50 WIB
Bendera raksasa yang dipasang di kampung
Bendera raksasa yang dipasang di kampung

jatimnow.com - Berbagai cara dilakukan masyarakat Indonesia untuk merayakan HUT ke-73 Republik Indonesia.

Di salah satu RW di Dusun Karangan, Desa Donowarih, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, warga membentangkan bendera merah putih raksasa di sepanjang jalan kampungnya.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Bendera tersebut berukuran panjang 551 meter dan lebar 2 meter.

Ketua Pemuda RW 1, Alfi Fatkhurahman mengatakan ide pemasangan bendera raksasa ini berasal dari dirinya. Ia ingin menyiapkan konsep Agustusan yang sedikit berbeda.

"Ide itu muncul dari saya sendiri. Waktu itu kita lagi bahas rencana Agustus-an dengan teman-teman di forum istighosah. Forum ini memang biasa dilakukan rutin setiap minggu bersama warga juga," ujar Alfi ditemui jatimnow.com di rumahnya, Kamis (16/8/2018).

Dari pertemuan dengan warga yang digelar akhir Juli 2018 tersebut, akhirnya warga sepakat untuk membuat bendera merah putih dengan panjang 551 meter dan lebar 2 meter.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Ukuran 551 x 2 meter tersebut sesuai dengan panjang dan lebar jalan kampung di sepanjang RW 1 Dusun Karangan," lanjutnya, kepada jatimnow.com, Kamis (16/8/2018).

Tak ayal, ide pemasangan bendera merah putih raksasa di sepanjang jalan kampung pun mendapat dukungan dari sang Ketua RW 1 Dusun Karangan, Ta'i (67)

"Saya senang dengan ide kreatif para pemuda, makanya saya langsung dukung ide itu. Awalnya kita pasang di RT 1, tapi ternyata warga di RT 2 dan lainnya juga pengen. Kok katanya bagus. Ya sudah akhirnya kenapa tidak satu RW saja dipasang bendera," ungkap Ta'i sang Ketua RW 1 Dusun Karangan, Desa Donowarih.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Menurut Alfi, setelah pembuatan bendera jadi, proses pemasangan pun dimulai sejak Senin 13 Agustus 2018 lalu. Para warga RW 1 saling gotong royong menyiapkan segala keperluan pemasangan, mulai dari menyediakan bambu untuk penyangga bendera, tangga untuk naik ke atap, hingga sejumlah konsumsi makanan dan minuman.

"Semua warga bergotong royong tanpa ada paksaan. Inilah namanya persatuan Indonesia mas," tutup Alfi.

Reporter : Avirista Midaada
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.