Rabu, 17 Jun 2026 06:27 WIB

Ratusan Layang-layang LED Ramaikan Langit Sumenep, Catat Jadwalnya

Poster Festival layang-layang (foto: Disbudporapar Sumenep for jatimnow.com)
Poster Festival layang-layang (foto: Disbudporapar Sumenep for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ada yang berbeda dari perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini di Sumenep. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berencana menggelar Festival Layang-layang Hias (night flying). Melihat temanya, jelas layang-layang LED ini akan diterbangkan pada malam hari.

Gelaran night flying ini merupakan kali pertama digelar Pemkab Sumenep menyambut Hari Raya Idul Fitri. Selain mempertontonkan bentuk yang menarik, layang-layang tersebut juga akan dihias dengan lampu LED yang menggunakan baterai khusus.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Dari festival tersebut, diharapkan warga Sumenep termanjakan dengan panorama langit yang dihiasi lampu-lampu modifikasi dari layang-layang.

Festival tersebut akan digelar bertepatan dengan Idul Fitri, tepatnya di Pantai Lombang, pada tanggal 23 April 2023.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan mengatakan bahwa peserta festival layang-layang ini boleh diikuti masyarakat umum.

"Pihak penyelenggara mematok biaya Rp50 ribu untuk tiap peserta," ucap Iksan, Senin (3/4/2023).

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

Iksan menambahkan, Festival Layang-layang Hias ini merupakan bagian dari kalender wisata Kabupaten Sumenep. Ia berharap, event-event tersebut bisa menarik wisatawan untuk datang ke kota paling timur di Pulau Garam.

"Kami yakin kegiatan tradisional yang digelar sebelum lebaran ketupat dan masih banyak pemudik belum balik pasca-Idul Fitri, tentunya pengunjung berpotensi semakin banyak yang datang," beber dia.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.