Minggu, 21 Jun 2026 06:21 WIB

Bacakades Diduga Dicurangi Panitia, Warga Bangkalan Geruduk Kantor Pemkab

Sejumlah warga Desa Morombuh, Bangkalan memprotes pembatalan calon mereka yang digugurkan P2KD. (foto: Yisa for jatimnow.com)
Sejumlah warga Desa Morombuh, Bangkalan memprotes pembatalan calon mereka yang digugurkan P2KD. (foto: Yisa for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tahapan jelang pemilihan kepala desa (Pilkades) pada bulan Mei mendatang terus dilakukan hingga saat ini. Namun beberapa polemik mulai muncul.

Salah satunya bakal calon kepala desa (Bacakades) di Desa Morombuh yang diduga dicurangi oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD).

Baca Juga: Sidoarjo Siap Tinggalkan Coblos Paku, E-Voting Jadi Incaran di Pilkades 2026

Hal itu membuat warga Desa Morombuh mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Salah satu perwakilan warga Morombuh, Abdurrahman Tohir mengatakan salah satu bacakdes di desanya digugurkan panitia. Padahal, nilai yang dimiliki calon tersebut tertinggi.

"Dilihat dari nilainya itu tertinggi, tapi kenapa digugurkan sepihak tanpa alasan yang jelas. Mereka bahkan menghilangkan skor untuk variabel pengalaman pemerintah calon kami," ujarnya, Kamis (30/3).

Ia menjelaskan, sejak awal calon yang didukungnya yakni Muhammad Imron telah mengikuti seluruh tahapan yang ada. Seluruh syarat juga sudah dipenuhi. Anehnya, setelah nilai uji kompetensi keluar, Imron dianggap gugur.

"Mereka bilang administrasinya tidak lolos. Bagaimana bisa tidak lolos, tahapan itu di awal dan kami mendapatkan surat keputusan jika calon kami ini sudah lolos verifikasi administrasi. Kami ada buktinya dan mereka yang print sendiri," jelasnya.

Ia juga semakin menyayangkan pihak panitia yang dinilai tidak transparan. Sebab, saat penetuan pengambilan nomor urut calon, pihak panitia tidak memberitahukan secara tertulis status Imron pasca-pengumuman uji kompetensi itu.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Jadi saat semua calon mengambil nomor urut di kecamatan, kami tidak diberi tahu. Tidak diberi surat keputusan gugur dan juga tidak diberikan surat apapun," tambahnya.

Secara prosedur, lanjutnya, pihak panitia diharuskan secara tertulis memberikan pemberian yang jelas. Bahkan, panitia diduga memutuskan secara sepihak penetapan calon tersebut.

"Mengapa demikian, karena dalam proses penetapan calon itu harus melibatkan beberapa pihak. Salah satunya Tim Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa (TFPKD) dan unsur masyarakat yang lain. Dari tadi malam kami menunggu itu tapi tidak ada, tiba-tiba pagi tadi bilang gugur. Kapan mereka rapatnya," imbuhnya.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan, Rudiyanto mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya klarifikasi kedua belah pihak. Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris TFPKD ini mengaku, tahapan yang berjalan hingga saat ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kita mengacu pada Perbup 51 tahun 2022. Sampai saat ini, tahapan yang berjalan sesuai aturan. Kami juga selalu respon seluruh laporan yang masuk dengan mendengarkan kedua belah pihak," pungkasnya.

Diketahui, bagi bacakades yang memiliki lebih dari lima orang calon seperti di Desa Morombuh, akan dilakukan skoring untuk menentukan 5 orang calon. Skoring dilakukan dengan empat variabel di antaranya pengalaman kerja, usia, pendidikan dan uji kompetensi.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.